Penulis, RISNALDI.S.SI, KETUA HIMMI, Kepulauan Meranti- Kebangkitan umat tidak lahir dari niat baik yang setengah-setengah. Ia lahir dari totalitas kesungguhan penuh yang mengerahkan iman, akal, tenaga, waktu, dan harta dalam satu arah perjuangan. Banyak gerakan gagal bukan karena tujuan yang salah, tetapi karena komitmen yang setengah hati.
Islam tidak dibangun oleh orang-orang yang ragu, tetapi oleh mereka yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan misi kebenaran.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh).”
(QS. Al-Baqarah: 208)
Ayat ini adalah seruan totalitas. Islam tidak menerima komitmen parsial, taat saat mudah. mundur saat sulit, semangat saat ramai. Lemah saat sepi.
Makna Totalitas: Lebih dari Sekadar Aktif
Totalitas bukan berarti sibuk tanpa arah.
Totalitas berarti:
– jelas tujuan
– konsisten arah
– penuh tanggung jawab
– siap menanggung risiko
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (sungguh-sungguh dan profesional).”
(HR. Al-Baihaqi)
Hadis ini memiliki makna Totalitas menuntut kualitas. Islam tidak hanya menilai niat, tetapi juga keseriusan dan mutu pelaksanaan.
Totalitas Rasulullah SAW dalam Seluruh Dimensi Hidup
Rasulullah SAW adalah teladan totalitas paripurna. Beliau:
1. total dalam ibadah
2. total dalam dakwah
3. total dalam kepemimpinan
4. total dalam membela umat tertindas
Tidak ada satu fase pun dalam hidup Rasulullah SAW yang dijalani setengah hati. Bahkan saat paling berat di Makkah, Thaif, dan medan perang beliau tetap konsisten dan bertanggung jawab.
Isra’ Mi’raj menegaskan totalitas ini. Setelah dinaikkan ke langit, Rasulullah SAW kembali ke bumi dengan amanah yang lebih berat, bukan memilih berdiam dalam kenikmatan spiritual.
Totalitas Para Sahabat: Menyerahkan Hidup untuk Islam
Para sahabat memahami bahwa Islam tidak bisa ditegakkan oleh orang yang menunggu hasil cepat.
1. Abu Bakar RA total dengan harta dan nyawanya.
2. Umar RA total dalam keadilan dan ketegasan.
3. Utsman RA total dalam pengorbanan ekonomi.
4. Ali RA total dalam ilmu dan keberanian.
Tidak ada istilah “sekadar ikut” dalam kamus mereka. Mereka menjadi bagian penuh dari perjuangan, bukan penonton.
Penyakit Setengah Hati Umat Hari Ini
Umat hari ini sering terjebak pada:
1. semangat musiman
2. kepedulian yang bergantung tren
3. amal yang berhenti saat tidak diapresiasi
4. perjuangan yang ditinggal saat lelah
Padahal Allah SWT telah mengingatkan:
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang berkata: ‘Kami telah beriman,’ tetapi ketika mereka diuji, mereka berpaling.”
(QS. Al-Ankabut: 10)
Totalitas adalah penawar dari penyakit ini.
Totalitas dan Palestina, Konsistensi yang Tidak Boleh Putus
Palestina adalah ujian totalitas umat. Banyak yang peduli saat isu ini ramai, tetapi berhenti saat sorotan mereda. Padahal keadilan tidak mengenal musim.
Totalitas untuk Palestina berarti:
1. terus peduli meski tidak viral
2. terus berdonasi meski kecil
3. terus menyuarakan kebenaran meski sendirian
4. terus membangun kekuatan umat agar tragedi tidak berulang
Totalitas bukan tentang besarnya aksi, tetapi panjangnya komitmen.
Totalitas di Zaman Modern, Apa yang Harus Dilakukan Umat?
Totalitas umat hari ini harus diterjemahkan secara konkret:
1. Total dalam Iman dan Akhlak
Tidak kompromi dengan kemaksiatan meski sendirian.
2. Total dalam Ilmu dan Kompetensi
Membangun kapasitas diri agar umat kuat secara kualitas, bukan hanya kuantitas.
3. Total dalam Ekonomi Umat
Mendukung produk halal, membangun usaha bersama, menghidupkan zakat dan wakaf produktif.
4. Total dalam Persatuan
Menghentikan konflik kecil demi tujuan besar Islam dan keadilan global.
5. Total dalam Ketahanan Jangka Panjang
Berjuang meski hasil belum terlihat. Totalitas adalah kesabaran strategis.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS.Al-Baqoroh : 153)
Pesan untuk Generasi Muda
Generasi muda tidak kekurangan energi, tetapi sering kekurangan arah dan konsistensi.
Totalitas generasi ini adalah:
1. tidak setengah-setengah dalam belajar
2. tidak setengah-setengah dalam berjuang
3. tidak setengah-setengah dalam membela kebenaran
Dunia tidak diubah oleh orang yang ragu, tetapi oleh mereka yang berkomitmen penuh.
Dapat di simpulkan,jika keteguhan adalah bertahan, maka totalitas adalah menyerahkan diri sepenuhnya. Umat yang ingin menang tanpa totalitas hanya sedang berharap, bukan berjuang.
Isra’ Mi’raj mengajarkan satu pesan kuat:
setelah naik ke langit, Rasulullah SAW kembali ke bumi untuk menuntaskan amanah tanpa setengah hati.
Begitu pula umat Islam hari ini.
Waktunya berhenti setengah-setengah.
Waktunya total untuk kebenaran, total untuk umat, total untuk kebangkitan.
Editor : B’76




