Beranda Lingkungan Abrasi Gerus Perkebunan Warga 1,5 Km di Bengkalis

Abrasi Gerus Perkebunan Warga 1,5 Km di Bengkalis

BERBAGI
Kondisi pantai di Bengkalis yang terkena abrasi
Kondisi pantai di Bengkalis yang terkena abrasi

BENGKALIS – Abrasi kian parah terjadi di daerah perairan Desa Bantan Timur, Kacamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Hingga kini telah memakan perkebunan warga sepanjang 1,5 Km. Sehingga mengakibatkan kerusakan semakin parah.

Informasi diperoleh pesisirnasional.com seperti dikutip dari riaugreen.com, Rabu (1/1) mengungkapkan bahwa abrasi di Desa Bantan Timur tersebut dinilai sudah cukup parah. Sehingga untuk menyelamatkan daratan tersebut pihak pemerintahan desa sudah mengambil Jalan Alternatif yaitu mengelola pantai itu untuk dijadikan tempat rekreasi atau wisata.

Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Bantan Timur, Sani yang mengungkapkan bahwa abrasi di Desa Bantan Timur tersebut dinilai sudah cukup parah. Sehingga untuk menyelamatkan daratan tersebut pihak pemerintahan desa sudah mengambil Jalan Alternatif yaitu mengelola pantai itu untuk dijadikan tempat rekreasi atau wisata.

“Alhamdulilah, kini sudah ada 5 hektar lahan di lokasi abrasi tersebut dihibahkan ke Desa, sehingga tanaman mangrove yang menahan gelombang laut tersebut, bisa terjaga agar tidak lagi dipotong oleh orang tak bertanggung-jawab,” ungkap Sani, Ahad (30/12).

Lokasi bibir pantai yang terkena abrasi seluas 5 hektar yang telah dihibahkan ke Pemdes tersebut, untuk dijaga agar tidak semakin parah, dengan dilakukan penghijauan kembali seperti penanaman pohon mangrove.

“Meskipun saya menjabat Kepala Desa baru 1,4 tahun, lokasi yang terkena abrasi ini sudah kita ciptakan sebagai lokasi wisata penghijauan, walaupun pengunjung hanya wisatawan lokal, namun setidaknya pantai terkena abrasi kita sulap jadi obyek wisata,”ujar dia lagi.

Obyek wisata penghijauan itu, menurutnya telah diberi nama “Pantai Sanloy”, disesuaikan dengan nama-nama orang yang menghibahkan lahan tersebut ke Desa.

“Kita berharap, dengan kita buat pantai terkena abrasi ini dijadikan obyek wisata itu, bisa dijaga dengan baik, agar selain abrasi tidak semakin parah, juga mampu menciptakan desa yang indah dan berseri,” tambah Sani.(zul)