Fri. Jun 14th, 2024

JAKARTA,Pesisirnasional- Pelatih Satria Muda Pertamina Jakarta, Youbel Sondakh, mengakui para pemainnya tampil di bawah tekanan saat menjalani laga final pertama IBL Pertamax 2018-2019 melawan Stapac Jakarta.

Bertindak sebagai tuan rumah di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta, pada Kamis (21/3/2019), Satria Muda menelan kekalahan 68-79.

“Anak anak tak bisa keluar dari pressure. Kami seperti berat di awal laga. Banyak sekali hal-hal kecil yang harus diperbaiki seperti turn over,” ujar Youbel saat konferensi pers seusai laga.

“Sebenarnya memang karena kami kerap membuat kesalahan sendiri. Rebound pun kami juga kecolongan di awal. Berbagai hal itu akan kami coba perbaiki,” ucap Youbel.

Youbel pun tak menampik bahwa para pemainnya tak mampu mengatasi tekanan saat harus tampil di hadapan pendukung sendiri.

Satria Muda sebenarnya sempat mengawali pertandingan dengan cukup baik. Meski tanpa Jamarr Andre Johnson, mereka terlihat masih bisa mengimbangi permainan Stapac.

Akan tetapi, jelang akhir kuarter pertama, Stapac mulai mendominasi. Performa ciamik Savon Goodman dan Kendal Yancy, serta pertahanan yang kokoh membuat Stapac kian unggul.

Situasi semakin memburuk bagi tuan rumah ketika kapten mereka, Arki Dikania Wisnu, terpaksa keluar karena fouled out.

“Saya berharap nanti di Bandung kami bisa bermain lebih lepas dari hari ini,” ucap Youbel.

Final kedua IBL Pertamax 2018-2019 akan diselenggarakan di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (23/3/2019).

Seandainya Satria Muda sukses memenangi final kedua, gelar juara akan ditentukan melalui laga final ketiga di tempat yang sama pada Minggu (24/3/2019).

Sumber: Kompas.com

By redaksi

4 thoughts on “Final IBL 2018-2019, Satria Muda Gagal Lepas dari Tekanan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *