Mon. Jun 17th, 2024

PesisirNasional.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial (Dinsos) baru merampungkan verifikasi 2.500 anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19 dari jumlah total laporan 7.200 anak. Mereka menyiapkan pendampingan dan bantuan dengan penyesuaian kebutuhan.

Kepala Dinsos Jabar, Dodo Suhendar menjelaskan, penyesuaian kebutuhan didasarkan pada status kehilangan. Ada anak yang kehilangan ibu atau ayah dan kehilangan keduanya. Ia memastikan pendampingan berlaku bagi istri yang kehilangan suaminya.

“Ada anak yang berasal dari keluarga mampu, tetapi tetap butuh pendampingan psikososial dari psikolog. Ada yang ke pola asuh, dan ekonomi dan keseluruhan,” katanya di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/9).

“Dari 7.200-an anak yang dilaporkan kehilangan orang tua karena pandemi, baru sekitar 2.500 anak yang telah selesai cleansing datanya,” ia melanjutkan.

Disinggung mengenai bentuk bantuan yang proporsional, Dodo menjelaskan terbagi dalam jangka pendek dan panjang. Untuk jangka pendek, setiap anak tersebut diberi uang tunai senilai Rp300 ribu.

Selain itu, Dinas Sosial akan menyalurkan 2.500 pasang sepatu dan sembako dari donatur dan lembaga. Lagi-lagi semua akan disesuaikan. Pola yang dilakukan tidak akan sama antara anak SD, SMP atau SMA.

“Bantuannya jangka panjangnya seperti pendidikan. Ada beasiswa pada program Jabar Future Leaders. Pendataan masih terus berlangsung,” jelasnya.

Ketua TP-PKK Jawa Barat Atalia Praratya Kamil menggandeng pihak lain dalam pola pengasuhan anak yang tidak bisa diasuh oleh tetangga atau pihak keluarga. Lembaga yang dilibatkan berasal dari Forum Zakat (FOZ) dan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).

“Prinsipnya semua bisa menjadi wali asuh tapi disesuaikan dengan kondisi keluarga. Tapi, ada kasus di mana tetangganya tidak bisa membantu karena sama-sama susah,” tutupnya. [fik]

Sumber: Merdeka

By redaksi