Mon. Apr 22nd, 2024

PESISIR NASIONAL, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menan pandemi Covid-19 menjadi ajang koreksi pemerintah akan kekurangan dan permasalahan di berbagai sektor. Mulai dari sektor kesehatan, ketahanan ekonomi, sosial, hingga pangan.

Selama ini, kata Jokowi, kebutuhan di berbagai sektor sangat bergantung kepada negara lain. “Sebagai contoh, di sektor kesehatan, industri farmasi, bahan baku obat kita 95 persen masih impor,” ujar Jokowi saat membuka acara Musyawaran Perencanaan Pembangunan Nasional atau Musrenbangnas 2020 via telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis, 20 April 2020.

Selain itu, kata Jokowi, alat-alat kesehatan yang diproduksi dalam negeri juga sangat terbatas dan lebih banyak bergantung kepada negara lain. “Alkes kita, ada tidak? apa yang bisa kita produksi sendiri dan apa yang kita beli dari negara lain? Sekarang kelihatan semua,” ujar Jokowi.

Belum lagi kekurangan tenaga medis dan fasilitas kesehatan. “Bagaimana dengan tenaga medis, rasio dokter spesialis, perawat, apa cukup menghadapi kondisi ini?” ujar Jokowi.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat rasio dan jumlah tempat tidur rumah sakit di Indonesia sebesar 1,2 per 1.000 penduduk atau 1,2 tempat tidur rumah sakit per  1.000 penduduk. Sedangkan rasio jumlah dokter di Indonesia hanya 0,4 per 1.000 penduduk atau 4 dokter per 10 ribu penduduk.

Sumber : Tempo.com

By redaksi