Mon. Apr 22nd, 2024

Jakarta, 19 Desember 2023 – Masa Kampanye Terbuka yang masih berlangsung dimanfaatkan oleh ketiga kubu pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk berkampanye di sejumlah tempat di tanah air. Organ relawan pendukung pasangan Capres dan Cawapres juga meramaikan masa Kampanye Terbuka dengan kegiatan – kegiatan sosialisasi Pilpres untuk menguatkan perolehan dukungan dari masyarakat.

Gema Perjuangan Maharani (GPMN) sebagai salah satu organ relawan Pilpres Ganjar – Mahfud turut ambil bagian dalam kegiatan sosialisasi Pilpres 2024 dengan melakukan kegiatan tatap muka dan berdiskusi dengan warga masyarakat. Dalam agenda tatap muka yang diselenggarakan sebanyak dua kali dalam seminggu itu, GPMN mengajak warga masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan suara mereka pada hari pencoblosan 14 Februari 2024 mendatang, serta melakukan sosialisasi tentang sosok pasangan Ganjar – Mahfud berikut visi – misi dan program-program mereka.

Di sebuah kesempatan bertatap muka dengan warga kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, GPMN menggelar kegiatan Diskusi Umum bertemakan “Problematika Dunia Pendidikan Dan Solusi Yang Ditawarkan Capres Dan Cawapres”. Kegiatan tersebut diadakan di Warkop Daratan yang berlokasi di Jalan Pengadegan Selatan, dengan menghadirkan pembicara Yuniria Zendrato (Ketua Srikandi GPMN) dan Hanan Fauzi Ori Santo (Redaktur infopers.com). Acara tersebut dipandu oleh Denny Lihiang (Sekjen GPMN) sebagai moderator Diskusi Umum yang dihadiri oleh warga Pengadegan yang sebagian besar adalah para pemilih usia muda.

Hanan Fauzi Ori Santo menceritakan pengalamannya dalam menempuh pendidikan formal di daerah pinggiran Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Keterbatasan dan tantangan dalam menempuh pendidikan menjadi kisah yang dialami oleh Redaktur Lapangan infopers.com ini.

 

“Saat saya bersekolah di bangku SD dan SMP, saya setiap hari berjalan kaki ke sekolah. Jarak rumah dan sekolah saya itu memakan waktu selama setengah jam jalan kaki. Baru dibangku SMA, saya mengendarai sepeda saat pergi dan pulang sekolah,” tutur Hanan Fauzi.

Hanan juga menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan tinggi. Dia mengaku harus merantau dan bekerja serabutan untuk membiayai hidup dan kuliahnya. Beberapa profesi pernah dilakoninya seperti berjualan, menjadi kuli bangunan hingga menjadi seorang kuli tinta. Dari pengalaman hidupnya itu, dia menilai pendidikan adalah hal penting yang harus dimiliki setiap orang.

“Pendidikan bisa membuat harkat dan martabat seseorang itu naik. Pendidikan bisa membuat seseorang bisa hidup mandiri, menafkahi keluarga dan membahagiakan orang tua. Sebesar apapun tantangan yang kita hadapi, sekeras apapun kehidupan yang kita lalui, jangan pernah patah semangat dalam memperoleh pendidikan. Sekolah lah setinggi mungkin karena dengan bersekolah hidup kita akan menjadi lebih baik,” tambah Hanan Fauzi.

Ketua Srikandi GPMN Yuniria Zendrato memaparkan pentingnya pendidikan formal bagi masyarakat. Dia juga membeberkan program – program pasangan Ganjar – Mahfud di sektor pendidikan. Baginya, pendidikan itu penting karena dapat memberikan kemandirian hidup dan meluaskan wawasan seseorang.

“Pak Ganjar dan Pak Mahfud sangat peduli terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Visi Indonesia Unggul yang dibawakan oleh kedua tokoh ini menjadikan sektor pendidikan sebagai sektor prioritas yang harus digiatkan untuk mewujudkan visi mereka itu,” kata Yuniria Zendrato.

Program 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana dijabarkan oleh Yuni sebagai salah satu langkah konkrit meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus upaya menghadirkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya satu anggota keluarga yang bisa meraih pendidikan tinggi hingga meraih gelar sarjana, berarti peluang keluarga miskin ini meningkatkan kesejahteraan hidupnya semakin terbuka lebar. Mendorong keluarga ini untuk keluar dari jerat kemiskinan. Jadi ibu-ibu, abang-abang dan mbak-mbak semuanya bisa menilai tentang pentingnya pendidikan bagi peningkatan kualitas diri, kualitas hidup kita. Akses mendapatkan layanan pendidikan formal bagi semua lapisan masyarakat menjadi fokus yang akan dijalankan oleh Pak Ganjar dan Pak Mahfud jika mereka terpilih,” ujar wanita yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta itu.

Yuniria Zendrato juga menjelaskan soal program KTP Sakti Ganjar – Mahfud yang merupakan kartu layanan masyarakat untuk subsidi Pendidikan, subsidi Keluarga Miskin dan subsidi Usaha Produktif.

“Dengan program KTP Sakti ini, semua program subsidi bagi masyarakat untuk pendidikan, kesejahteraan dan pengembangan usaha kerakyatan terangkum dalam satu kartu ini. Jadi semakin mudah ya?” tanya Yuni kepada puluhan warga Pengadegan yang hadir dalam kegiatan diskusi pada Senin malam (18/12) itu.

Kegiatan diskusi berjalan secara interaktif dengan munculnya berbagai pertanyaan dari warga masyarakat seputar layanan pendidikan sudah ada seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), sistem Zonasi dan program beasiswa lainnya.

“Dengan program KTP Sakti Ganjar – Mahfud tentunya subsidi pendidikan yang dijalankan pemerintah yang akan datang akan semakin mudah dan sederhana,” jawab Yuni.

Kegiatan Sosialisasi Pilpres yang diselenggarakan oleh GPMN akan terus berlanjut hingga masa Kampanye Terbuka selesai pada 10 Februari 2024. Sekjen GPMN Denny Lihiang menjelaskan kegiatan sosialisasi Pilpres Ganjar – Mahfud sangat penting agar masyarakat semakin mengenal kedua sosok calon pemimpin nasional ini beserta visi – misi dan program – program yang akan mereka jalankan jika terpilih.

“Kami yakin kegiatan ini akan semakin memantapkan pilihan kepada pasangan Ganjar – Mahfud. Menjelaskan program mereka dan mengenalkan sosok mereka kepada warga adalah salah satu cara agar masyarakat semakin dekat dan kenal dengan kedua figur ini,” tutup Denny Lihiang.