Bagansiapiapi – Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, bersiap menyambut kedatangan ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara dalam perhelatan Ritual Bakar Tongkang 2026, yang akan berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026. Festival budaya yang masuk dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN) ini diproyeksikan kembali menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Menjelang pelaksanaan festival, suasana Kota Bagansiapiapi berubah menjadi semakin semarak. Ribuan lampion merah menghiasi sepanjang jalan protokol, menciptakan panorama malam yang eksotis dengan nuansa khas pecinan. Gemerlap cahaya tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan pemburu fotografi.
Ritual Bakar Tongkang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Tionghoa untuk mengenang perjalanan leluhur mereka yang pertama kali mendarat di Bagansiapiapi pada tahun 1883. Prosesi utama diawali dengan arak-arakan replika kapal tongkang yang membawa patung Dewa Ki Ong Ya dari Klenteng Ing Hok Kiong menuju lokasi pembakaran.
Puncak ritual berlangsung saat replika kapal dibakar. Masyarakat meyakini arah robohnya tiang utama kapal menjadi pertanda datangnya rezeki, baik dari arah laut maupun daratan, sehingga momen tersebut selalu dinantikan oleh ribuan pengunjung.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bersama panitia pelaksana terus mematangkan berbagai persiapan. Hingga menjelang pelaksanaan, progres kesiapan disebut hampir mencapai 100 persen untuk menyambut lonjakan wisatawan yang diperkirakan mencapai 60.000 orang selama musim libur sekolah.
Berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan, di antaranya penerapan sistem pembayaran non-tunai QRIS bagi pelaku UMKM dan stan kuliner bekerja sama dengan Bank Indonesia, peluncuran aplikasi wisata digital yang menyediakan informasi akomodasi, lokasi ritual, serta destinasi wisata, sterilisasi jalur pawai, penataan dekorasi kota, hingga penyelesaian replika tongkang oleh para pengrajin lokal.
Selain menjadi atraksi budaya, festival ini juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Kawasan Jalan Mawar telah ditata sebagai pusat kuliner dan UMKM yang menawarkan beragam produk unggulan daerah.
Wisatawan dapat menikmati kuliner khas Bagansiapiapi seperti Kacang Pukul, Kwetiau Bagan, serta kopi lokal. Beragam kerajinan berbahan hasil laut, anyaman khas pesisir, hingga suvenir bertema Bakar Tongkang 2026 juga tersedia sebagai buah tangan.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengajak masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikan langsung kemegahan salah satu festival budaya terbesar di Indonesia tersebut. Dengan perpaduan nilai spiritual, tradisi, serta pesona Kota Seribu Lampion, Ritual Bakar Tongkang 2026 diharapkan kembali menjadi kebanggaan budaya Nusantara sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Negeri Seribu Kubah.
Jadwal Pelaksanaan: 29 Juni–1 Juli 2026
Puncak Ritual: 1 Juli 2026
Lokasi: Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.




