*RISKI KURNIAWAN GERAM: TUNDA MUSORKOT KONI DUMAI ! TPP ILEGAL TiDAK SESUAI AD/ART, ADA DUGAAN MAKELAR KURSI KETUA*

*DUMAI* – Riski Kurniawan, ST., M.IP, Mantan Wakil Ketua KONI Kota Dumai sekaligus Mantan Ketua KNPI Kota Dumai naik pitam. Ia secara tegas meminta penundaan pelaksanaan Musorkot/Musorkotlub KONI Dumai dan mendesak ditunda minimal 1 bulan.

“Ini bukan Musorkot. Ini bisa jadi pesta demokrasi siluman. TPP-nya ilegal tidak sesuai AD/ART Koni, prosesnya ugal-ugalan. Ada dugaan kuat ini settingan untuk melanggengkan PLT jadi Ketua Definitif,” kecam Riski, Kamis (20/8/2026).

Riski membedah adanya dugaan kebusukan proses TPP KONI Dumai. Menurutnya ini pelanggaran berat.

“Baca AD/ART KONI Tahun 2026 Pasal 37 ! TPP itu hanya sah kalau dibentuk lewat Muskerkot atau Muskerkotsus. Ini apa? Rapat dadakan tiba-tiba ngaku Forum Rakor? Itu pembodohan !” bentaknya.

Ia juga menyebut pengurus KONI Dumai saat ini telah melanggar:

1. AD KONI Pasal 18: Mengangkangi kedaulatan Musorkot

2. ART KONI Pasal 25-27: Pembentukan TPP tidak sesuai waktu, tidak transparan, tidak netral

“AD/ART itu konstitusi kita. Kalau di tahap awal saja sudah kalian injak-injak, maka kepemimpinan yang lahir dari situ adalah kepemimpinan haram. Tidak punya legitimasi!” tegas Riski.

Riski menyoroti 2 hal krusial: dari 2 kandidat yang maju, salah satunya adalah PLT saat ini. Ditambah jadwal pendaftaran Caketum yang hanya dibuka 5 hari.

” Ini apa kalau bukan settingan? hanya beberapa hari buka pendaftaran dan 5 hari dukungan cabor untuk kandidat antar formulir DENGAN BEBERAPA BELAS DUKUNGAN ? Itu bukan efisiensi. Itu pembungkaman dan pintu masuk makelar suara !” ujarnya.

“Jangan ulangi dosa Musorkot beberapa tahun lalu. Ada SK Cabor dadakan. Ada mandat siluman. Kalau dipaksakan lagi, saya pastikan akan ada yang melaporkan ke APH. Cukup sudah KONI dipermalukan dengan tidak punya gedung definitif asli lagi,” ancamnya.

Riski menyebut jika Musorkot dipaksakan, maka semua kebijakan KONI ke depan Akan cacat.

” Ingat ! Anggaran APBD, dana hibah, pembinaan atlet, bantuan Cabor. Semua bisa digugat. Karena rahimnya cacat. jika melahirkan anak haram konstitusi di tubuh KONI,” katanya.

1. TUNDA MUSORKOT SELAMA 1 BULAN ! Jangan paksakan.

2. BUBARKAN TPP SAAT INI ! Bentuk ulang melalui Muskerkot sesuai Pasal 37.

3. BUKA DATA 52 CABOR KE PUBLIK SEKARANG ! Siapa yang punya atlet, siapa yang bodong.

4. KONI PROVINSI RIAU & KONI PUSAT HARUS TURUN ! Audit proses di Dumai sebelum terlambat.

“Jangan korbankan masa depan Anak2 Dumai dan Olah Raga Dumai, 52 Cabor dan ribuan atlet demi syahwat kekuasaan segelintir orang. Kalau tetap nekat, maka sejarah akan mencatat: KONI Dumai Akan mati bukan karena tidak ada prestasi, tapi dibunuh oleh arogansi pengurusnya sendiri,” tutup Riski dengan nada tinggi

*Red*