Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno,S.Sos.,M.I.P Menghadiri Rapat Pari Purna Hari Jadi Ke -17 Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2025

Pesisirnasional.com|Meranti – Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno,S.Sos.,M.I.P Menghadiri Rapat Pari Purna Hari Jadi ke-17 Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2025 bertempat di Balai Sidang DPRD Kepulauan Meranti jalan Dorak Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Jum’at pukul 09.00 Wib, (19/12/2025).

Turut hadir dalam kegiatan acara tersebut Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno,S.Sos.,M.I.P.
Buapati Kep. Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar.Kapolres Kep. Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. Sekda Kab. Kep. Meranti Sudandri SH. Kajari Meranti Ricky Makado, SH,MH. Ketua Pengadilan Agama Selat Panjang Fithriati AZ, S.Ag. Wakil Bupati Kep. Meranti Muzamil Baharuddin. Ketua DPRD Kab. Kep. Meranti H. Khalid. Wakil Ketua DPRD Kab. Kep. Meranti Ardiansyah. Ketua Persit Kartika Chandra Kiran Cab. LII Kodim 0303/Bengkalis Ny. Vita Haris. Pabung Mayor Inf Rusli Dongoran. Danramil 02/Tebing Tinggi Kapten Arh Efri Nasution. Danposal Meranti Kapten Laut E Sidul Aripin. Anggota dan Staf DPRD Kab. Kep. Meranti. Para pejuang Kemerdekaan Kab. Meranti. Ketua PKK Kab. Kep. Meranti. Ketua DWP Kab. Kep. Meranti dan tamu undangan ±120 orang.

Sambutan Bupati Kepulauan Meranti AKBP (purn) H.Asmar sebagai berikut :

– Hari ini, di detik yang bersejarah, kita menyadari sepenuhnya bahwa keberadaan Kabupaten Kepulauan Meranti diusia 17 tahun bukanlah sematamata karena kuatnya narasi politik atau hebatnya strategi pembangunan. Meranti ada, bertahan, dan berkembang, karena hembusan napas kasih sayang Allah yang dicurahkan di atas tanah jantan. Beryukur atas tanah sagu yang menghidupi, atas selat dan laut yang melimpahkan rezeki, serta atas kerukunan yang tetap terjaga di antara keberagaman.

– Tujuh belas tahun perjalanan Kabupaten Kepulauan Meranti adalah sebuah bentangan sejarah yang penuh dengan kegigihan dan martabat. Jika menengok ke belakang, akan kita lihat jejak-jejak langkah kolektif yang luar biasa. Dari sebuah wilayah yang dulu mungkin luput dari pandangan, kini Meranti telah bertransformasi menjadi daerah yang diperhitungkan, sebuah beranda depan negara yang terus bersolek dengan kemandirian.
Kami sadar, tanah tempat kita berdiri ini adalah tanah yang lahir dari keringat keberanian dan air mata ketulusan para pejuang pemekaran.

– Duduknya kita di ruangan yang mulia ini adalah bentuk penghormatan terhadap keberlanjutan. Hadir untuk menegaskan kembali bahwa estafet perjuangan para tokoh pendiri kabupaten berada di tangan yang tepat. Kita tidak sedang sekadar melanjutkan sebuah birokrasi, melainkan sedang merawat sebuah harapan besar yang dititipkan oleh ribuan masyarakat dari Tanjung Harapan hingga ke pelosok Pulau Merbau dari Tanjung Kedabu hingga ke Pedalaman Teluk Buntal.

– Sepanjang perjalanan satu tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya menjaga ritme pembangunan agar tetap berada pada rel yang tepat. Di tengah dinamika fiskal nasional, kita patut berbangga karena kegigihan seluruh jajaran Pemerintah Daerah bersama dukungan penuh legislatif telah membuahkan hasil yang konkret di berbagai sektor utama:
Salah satu capaian fundamental kita adalah keberhasilan meraih Cakupan Pelayanan Kesehatan Universal Award 2025 ( UHC ). Ini bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti nyata bahwa 98% lebih masyarakat Meranti kini telah terlindungi jaminan kesehatan. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi warga kita yang takut jatuh sakit karena kendala biaya. Bagi kami, kesehatan masyarakat adalah modal utama untuk membangun daerah yang unggul.

– Kita terus fokus pada pembangunan infrastruktur jalan lingkar dan peningkatan fasilitas pelabuhan untuk memutus isolasi daerah. Kita sadar, jalan adalah urat nadi ekonomi. Ketika akses terbuka, harga barang turun, dan akses kesehatan bagi ibu hamil maupun warga yang sakit menjadi lebih cepat. Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya Persentase Cakupan Pelayanan Infrastruktur Dasar dari 66,87% di tahun 2024 menjadi 79,17% di tahun 2025 yang juga meningkatnya konektifitas antar pulau. Selanjutnya pada tahun ini Kabupaten Kepulauan Meranti meraih predikat Istimewa pada Indeks Reformasi Hukum dengan nilai 96,38%.

– Di usia yang ke-17, kita ingin membuktikan bahwa Meranti bukan hanya membangun fisik, tetapi juga ingin membangun sistem yang bersih, berwibawa, dan taat azas.

– Di balik capaian yang yang tentu belum sempurna, kejujuran menuntut kami untuk tetap menapak bumi. Selaku Bupati, saya berdiri di sini tidak hanya untuk memaparkan keberhasilan. Saya ingin berbicara dari hati ke hati mengenai tantangan yang masih membebani.
Kita masih berjuang menekan angka kemiskinan. Di balik angka statistik, ada warga yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Kita masih melihat saudara-saudara kita di pelosok desa yang berjuang hanya untuk makan esok. Hal Ini adalah pekerjaan rumah yang tidak boleh dilupakan sedetik pun.

– Sebagai daerah kepulauan, biaya logistik dan kerentanan terhadap abrasi pantai menjadi tantangan alam yang juga memerlukan solusi teknologi dan anggaran yang besar.
Selain itu, Letak kita yang berada di pintu masuk internasional menjadikannya daerah yang rawan . Kita harus menjaga generasi dari ancaman narkotika dan perilaku yang dapat merusak masa depan. Selanjutnya Menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda Meranti adalah prioritas. Kita ingin anak-anak Meranti membangun tanah kelahirannya, bukan hanya sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.

– Kami juga menyadari bahwa dinamika zaman menuntut kita untuk bergerak lebih dinamis. Peringatan hari jadi adalah momentum bagi kita untuk mempererat barisan, menyatukan frekuensi, dan melipatgandakan energi. Kami hadir bukan untuk merasa puas dengan apa yang ada, melainkan untuk memastikan bahwa setiap derap langkah pembangunan ke depan semakin menyentuh sendisendi kehidupan masyarakat secara berkeadilan.
Kolaborasi Menuju Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera adalah komitmen kita untuk melangkah dalam satu irama. Karena kami percaya, sebesar apa pun cita-cita yang kita canangkan, ia akan menjadi nyata ketika kita meletakkan kepentingan rakyat di atas segalanya.

– Kolaborasi bukan sekadar berkumpul dalam satu ruangan, tapi bersepakat dalam satu tujuan. Meranti ini terlalu besar untuk dipikul satu pundak, namun ia akan terasa ringan jika kita angkat dengan ribuan tangan yang saling menggenggam. Antara Pemerintah dan DPRD, antara ulama dan umaro, antara pengusaha dan pekerja, kita adalah satu ekosistem yang tak boleh saling mematahkan. Mari jadikan peringatan hari jadi ini sebagai ajang untuk memperkuat tekad, bahwa Meranti adalah rumah besar kita yang harus dibangun dengan rasa cinta, kita jaga dengan nilai-nilai agama, dan kita hantarkan menuju gerbang kesejahteraan yang hakiki.

– Saya ingin mengajak kita semua untuk menatap masa depan Meranti bukan dengan kecemasan, melainkan dengan keyakinan bahwa Negeri ini tidak dibangun untuk menjadi saksi bisu kemajuan daerah lain, tapi ia lahir untuk menjadi pelopor di beranda terdepan. Tujuh belas tahun telah kita lalui dengan pasang dan surutnya. Namun ingatlah, batang sagu tidak akan pernah goyah meski akarnya terendam asinnya air laut. Begitulah hendaknya kita lentur menghadapi perubahan, namun tetap kokoh menjaga prinsip dan marwah.

– Saya ingin menitipkan harapan kepada setiap tangan yang bekerja di tanah ini, Jangan pernah lelah mencintai Meranti. Karena sehebat apa pun rencana yang saya buat, sekuat apa pun anggaran yang kami susun, ia hanya akan menjadi tumpukan kertas tanpa doa dan kerja keras bapak serta ibu sekalian.

– Mari kita berkolaborasi bukan karena kita sama, tapi karena kita punya tujuan yang mulia. Kita ingin kelak, ketika anak cucu kita bertanya tentang hari ini, mereka akan berkata dengan bangga: ‘Tujuh belas tahun lalu, pemimpin dan rakyat kami bersatu, dan itulah awal dari kejayaan Meranti.

Pukul 10.30 Wib. kegiatan selesai dalam keadaan aman dan kondusif. (3K3-DOD)

Sumber : Pen-Dim 0303/Bengkalis

Editor    : Media 3K3 Group/Pesisirnasional.com