Wed. Jul 24th, 2024
DUMAI – Kesehatan masyarakat merupakan komponen utama dalam indeks pembangunan, selain Pendidikan dan pendapatan. Pentingnya pemenuhan hak Kesehatan warga sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. (Dikutip globarRiau.com)
Sadar akan hal tersebut, Pemerintah kota Dumai melakukan terobosan besar-besaran dalam tiga tahun belakangan. Walikota H Paisal SKM, Mars yang ingin warganya mendapat kemudahan untuk memperoleh layanan Kesehatan mengalokasikan anggaran yang signifikan guna mensubsidi fasilitas Kesehatan.
Pasca resmi dilantik pada 26 Februari 2021 lalu H Paisal dan almarhum Amris S.Sy selaku wakil Walikota bergerak cepat guna mewujudkan program Kesehatan gratis. Dengan berbagai upaya yang dimaksimalkan, akhirnya 1 Maret 2021 program tersebut resmi diberlakukan pemerintah.
Sejak saat itu, seluruh masyarakat Dumai sudah bisa mendapatkan layanan Kesehatan secara gratis cukup membawa KTP dan KK di RSUD maupun Puskesmas terdekat.
Meskipun masih belum maksimal akibat kurangnya sosialisasi, memicu minimnya pemahaman warga akan program tersebut. Sehingga terdapat banyak keluhan dari warga.
Perlahan tapi pasti program layanan Kesehatan gratis terus disempurnakan. Bahkan bentuk keseriusan pemerintah diwujudkan dalam alokasi yang digelontorkan begitu jor-joran.
Tahun 2022, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp.30 miliar guna memenuhi pembiayaan dan kebutuhan untuk layanan Kesehatan, hal ini menjadikan Dumai sebagai salah satu daerah berpredikat UHC oleh BPJS pusat. Karena, jaminan kesehatan seluruh masyarakat telah berhasil tercover hingga lebih dari 94 persen.
Capaian tersebut kata Kepala Dinas Kesehatan, dr Syaiful bahwa layanan kesehatan yang diberikan pemerintah tidak terbatas pada masyarakat miskin saja, juga berlaku bagi seluruh warga tanpa harus melampirkan surat keterangan miskin.
Selain untuk menjamin layanan kesehatan bagi masyarakat, dengan menjamin kepesertaan BPJS masyarakat pemerintah Dumai juga membantu meringankan beban warga dalam pengurusan berbagai dokumen. Hal itu sebagaimana ditetapkan dalam Kepres nomor 1 bahwa untuk pengurusan berbagai dokumen harus sudah menjadi peserta BPJS.
Mudahnya warga Dumai mendapatkan layanan Kesehatan secara gratis tidak terbatas pada wilayah Dumai saja, melainkan bisa digunakan ke seluruh daerah di Indonesia.
“Dimana saja masyarakat Dumai berobat di Indonesia cukup menunjukkan KTP dan kartu BPJS, jika belum mengantongi kartu atau ada kendala saat mendaftarkan di rumah sakit tersebut bisa menghubungi Call Centre dinas Kesehatan ke nomor 0811 7503 343,” jelasnya.
Kepesertaan BPJS yang diberikan pemerintah, kata Syaiful, tidak akan terputus sampai kapanpun meski tidak digunakan dalam waktu yang lama. Artinya, tidak harus melakukan medical check up secara berkala untuk tetap mengaktifkan kartu BPJS.
Layanan kesehatan oleh pemeritah terus dilakukan penyempurnaan, berbagai layanan dari manual hingga digital pun diciptakan untuk mempermudah akses masyarakat.
Tahun 2023 pemerintah meningkatkan alokasi anggaran jaminan Kesehatan hingga mencapai Rp.38,9 miliar yang mengakomodir jaminan Kesehatan 95,7 persen atau sebanyak 317.519 ribu warga.
Dalam mempermudah akses dan jangkauan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas Kesehatan, pemerintah mulai menggunakan teknologi dengan meluncurkan aplikasi.
Layanan OPLET SINPAI
Program Operasional Layanan Terpadu Transportasi Pekanbaru-Dumai atau yang diberi nama OPLET SINPAI ini diluncurkan oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan pada 27 Juni 2023 lalu.
Walikota Dumai H Paisal menyampaikan, OPLET SINPAI merupakan program pemerintah untuk menyukseskan Khidmad Kesehatan di Kota Dumai.
“Layanan ini ntuk memfasilitasi masyarakat yang di rujuk ke rumah sakit Pekanbaru secara gratis tanpa dipungut biaya,” kata Wako.
Tujuan penggunaan layanan ini adalah pengangkutan pasien yang tidak memperlukan perawatan khusus atau tindakan darurat untuk menyelamatkan nyawa dan diperkirakan tidak akan timbul kegawatan selama dalam perjalanan.
Layanan OPLET SINPAI gratis hanya digunakan untuk antar jemput pasien/orang sakit dari RSUD Kota Dumai ke RS di Pekanbaru.
Untuk menggunakan layanan ini, pasien atau keluarga pasien harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu di tempat pendaftaran di IGD RSUD Kota Dumai.
Pas Mantab
Layanan terbaru yang diluncurkan pemerintah melalui RSUD Dumai, yakni Program Inovasi Pas Mantab (Pelayanan Siap Mengantarkan Obat Tanpa Biaya). Peluncuran Program Inovasi Pas Mantab tersebut sekaligus bersempena dengan Milad RSUD Kota Dumai yang ke-25 tahun yang mana program ini sudah dilakukan uji cobanya sejak akhir tahun 2023 yang lalu.
Program ini bertujuan untuk memberikan pilihan kepada masyarakat agar tidak menunggu obat di Poliklinik, namun menunggu obat diantarkan ke rumah pasien. Sehingga diharapkan, waktu berkunjung pasien di RSUD Kota Dumai akan berkurang, khususnya saat menunggu pengambilan obat.**
(globarRiau.com/red pnn)

By redaksi