Pesisir Nasional.com Pulau Ancak sebagai penahan air laut masuk kekuala sungai ditelan Jin Dan Setan.
Menurut warga dan tokoh masyarakat setempat yang pernah melihat pulau Ancak WAN Ruslan, pulau Ancak adalah berbentuk melengkung seperti huruf U, dimana pulau itu adalah pulau bikinan Allah SWT dengan tujuan untuk melindungi warga Dumai dari gempuran air laut. Artinya jika air pasang Keling, deburan ombak dapat tertahan oleh pulau tersebut dan tidak langsung masuk kekuala sungai.
“Pulau Ancak dahulunya berisi pohon- pohon bakau, ” ujar Tokoh Masyarakat wan Ruslan yang juga mantan staf kejaksaan negeri Dumai.
Lanjut WAN Ruslan, sewaktu dahulu pulau Ancak ini sebagai penahan gempuran ombak laut dari sebelah utara, dan pulau itu juga sebagai tempat bermain anak-anak, mereka berenang. Pantai pulau ancak dipergunakan untuk tempat tujuan dari pantai TPI kepantai pulau tersebut, dan biasanya anak-anak yang berenang disaat digunakan sebagai uji nyali, namun sekarang pulau ancak itu hilang seperti ditelan setan atau jin.
Menurut General Manager PT Pelindo Dumai Jonatan Ginting dalam keterangan di salah satu media nasional menegaskan jika pihaknya telah mendapat “restu” pemerintah pusat melalui kementr ian perhubungan untuk melakukan reklamasi di pelabuhan Dumai termasuk pulau Ancak.
Menanggapi hal ini sontak Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (ARUK ) melalui kordinator Riski Kurniawan ST, menantang GM Pelindo untuk menunjukan bukti surat dari negara yang menyatakan pulau ancak merupakan bentuk investasi negara terhadap Pelindo.
” Kita minta Saudara Jonatan Ginting keluarkan surat Dukungannya, jika tidak kita akan mempermasalahkannya ” tantang Risky yang juga Mantan Ketua KNPI Dumai.
Semakin panjang polemik serta satu persatu terbongkarnya kebobrokan PT Pelindo Cabang 1 Dumai terkait penyebab banjir dikota Dumai dan menjadi daftar panjang, bahwa Pelindo diduga melakukan banyak pelanggaran dibidang lingkungan. Asumsi serta dugaan penjahat lingkungan semakin mendekati kebenaran (pnn)




