BOIKOT MUSORKOT, SALAH SATU KETUA PENGCAB KONI: “4 ANGGOTA TPP MUNDUR BUKTI CACAT AD/ART”*

 

*DUMAI* – Gelombang penolakan terhadap pelaksanaan Musorkot KONI Kota Dumai Senin, 31 Agustus 2026 semakin menguat.

Muamar Khadafi, salah satu Ketua Pengcab di KONI Kota Dumai memastikan akan memboikot kegiatan Musorkot dan tidak akan hadir.

“Kami pastikan boikot. Kami tidak akan mengikuti kegiatan Musorkot tanggal 31 Agustus 2026. Dan kemungkinan besar akan diikuti oleh Pengcab yang lain untuk melakukan boikot juga*,” tegas Muamar, Sabtu (29/8/2026).

ALASAN BOIKOT: TPP CACAT MEKANISME

Muamar Khadafi menyebut mundurnya 4 dari 5 anggota Tim Penjaringan dan Penyaringan/TPP yang awal di bentuk sebagai bukti kuat adanya pelanggaran.

“Dengan mundurnya tim TPP awal sebanyak 4 orang yaitu Budi Adrian, M. Said, Gusrizal dan Yulia Putra sudah sangat jelas bahwa ini sudah sangat menyalahi mekanisme AD/ART,” jelasnya.

Menurutnya, pembentukan TPP yang tidak melalui Raker/Rakersus membuat seluruh proses penjaringan bakal calon menjadi tidak sah. Memaksakan Musorkot dalam kondisi seperti ini sama saja melahirkan kepengurusan yang cacat hukum.

*TIM KUASA JOHANNES: KAMI TIDAK MUNDUR, KAMI TARIK BERKAS*

Di tengah kisruh ini, muncul kabar mundurnya Johannes Tetelepta sebagai salah satu bakal calon. Namun hal itu6 dibantah tim kuasanya.

Ketika dikonfirmasi terkait mundurnya saudara Johannes Tetelepta, Monang tim kuasa dari Johannes mengatakan: Kami tidak mundur, kami hanya menarik berkas*,” ujar beliau

Monang juga menyampaikan bahwa terkait hal-hal lanjutan banyak dugaan mekanisme yang dilanggar.
” Adanya Dugaan Permainan dan Pemaksaan Kehendak akan kami serahkan ke KONI Pusat ,” tegas beliau.

Muamar Khadafi bersama Pengcab lainnya menuntut 3 hal:

1. Tunda pelaksanaan Musorkot 31 Agustus 2026

2. Bentuk kembali TPP sesuai AD/ART melalui Raker/Rakersus

3. Audit dan buka LPJ Keuangan KONI 2023-2025 secara transparan

“Jangan korbankan olahraga Dumai hanya karena nafsu kekuasaan. Kalau tetap dipaksakan, kami siap tempuh jalur hukum sampai ke KONI Pusat dan Kemenpora*,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pengurus KONI Kota Dumai belum memberikan tanggapan terkait ancaman boikot massal dari sejumlah Pengcab.

*Red*