
DUMAI – Semangat kewirausahaan mahasiswa Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumaikembali terlihat dalam kegiatan CFD Entrepreneurship IAITF 2026 yang digelar pada Minggu, 14 Juni 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan HR Soebrantas, Bukit Gelanggang, Kota Dumai. Kegiatan yang merupakan bagian dari praktik lapangan Mata Kuliah Kewirausahaan (Entrepreneurship) ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
CFD Entrepreneurship merupakan program tahunan yang telah memasuki pelaksanaan tahun keempat. Mata kuliah kewirausahaan sendiri menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh program studi di IAITF Dumai dengan tujuan memberikan pemahaman praktis mengenai dunia usaha, pengembangan UMKM, serta strategi pemasaran kepada mahasiswa.
Tahun ini, kegiatan diikuti oleh empat kelas Mata Kuliah Kewirausahaan, yaitu kelas AS 6, PAI 2 Malam, PAI 2 Pagi, dan PAI 2 Sore. Para mahasiswa memproduksi dan memasarkan lebih dari 20 jenis produk kuliner UMKM dengan berbagai inovasi dan kreasi yang menarik.
Suasana CFD tampak semakin semarak dengan kehadiran stan-stan mahasiswa IAITF yang menawarkan aneka makanan dan jajanan kreatif. Para pengunjung yang memadati kawasan CFD terlihat antusias mencoba berbagai produk yang dijual dengan harga terjangkau.
Dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan, Tengku Mahesa Khalid, M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori bisnis di dalam kelas, tetapi juga merasakan langsung dinamika dunia usaha di lapangan.
“Mata kuliah kewirausahaan tidak cukup hanya dipahami secara teoritis. Ada pengalaman-pengalaman penting yang hanya bisa diperoleh ketika mahasiswa terjun langsung ke lapangan, berhadapan dengan konsumen, menentukan harga, melakukan promosi, hingga menghadapi persaingan pasar. Pembelajaran praktik seperti ini memberikan pengalaman yang jauh lebih bermakna,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum kegiatan berlangsung mahasiswa telah dibekali berbagai strategi pemasaran, termasuk strategi penetapan harga yang sesuai dengan karakteristik konsumen CFD.
“Kami mengajarkan bagaimana menentukan harga yang sesuai dengan kualitas produk dan daya beli masyarakat. Karena itu, harga produk mahasiswa dibuat sangat terjangkau, mulai dari Rp4.000 hingga Rp10.000 agar mampu menarik minat konsumen dan meningkatkan volume penjualan,” tambahnya.
Hasilnya cukup menggembirakan. Seluruh kelompok berhasil mencatatkan omzet yang positif selama kegiatan berlangsung. Kelas PAI 2 Sore menjadi peraih omzet tertinggi dengan total penjualan mencapai Rp1.665.000, disusul PAI 2 Pagi sebesar Rp1.500.000, PAI 2 Malam sebesar Rp771.000, dan AS 6 sebesar Rp499.000.
Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada pelaksanaan tahun lalu omzet tertinggi berada di angka Rp1.500.000, maka tahun ini berhasil meningkat menjadi Rp1.665.000.
Rektor IAITF Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si., M.Phil., mengapresiasi kreativitas dan semangat mahasiswa dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman berwirausaha sejak di bangku kuliah menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan ekonomi di masa depan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki mentalitas pencipta lapangan kerja. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana membangun usaha, memahami kebutuhan pasar, dan mengelola bisnis secara langsung. Ini sejalan dengan upaya IAITF dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan mandiri,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen, pengurus, dan sivitas akademika IAITF yang selama lima tahun terakhir terus mendukung keberlangsungan program tersebut.
Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan CFD Entrepreneurship IAITF juga dinilai turut memberikan kontribusi terhadap geliat ekonomi masyarakat dan perkembangan UMKM lokal Kota Dumai. Kehadiran mahasiswa dengan berbagai produk kreatif menambah ragam pilihan kuliner bagi pengunjung CFD yang rutin digelar setiap Minggu pagi.
Melalui kegiatan ini, IAITF Dumai berharap mahasiswa memperoleh pengalaman berharga yang dapat menjadi modal ketika memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri setelah lulus. Dengan demikian, kampus tidak hanya melahirkan sarjana yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu bersaing dalam pengembangan UMKM di Kota Dumai maupun kawasan pesisir Selat Melaka.



