Dumai , Peisisir Nasional.com Ada pemandangan yang mengharukan di tanah Riau hari ini.
Di tepi jalan perjuangan, berdiri rapi empat orang akak. Wajah mereka teduh, langkah mereka sudah mantap. Mereka adalah Akak DPRD Dumai, Akak DPRD Bengkalis, Akak DPRD Rokan Hilir, dan Akak DPRD Siak.
Di tangan mereka tergenggam surat restu. Surat tanda setuju untuk lahirnya sebuah negeri baru: Provinsi Riau Pesisir. Tinta tanda tangan mereka masih basah, masih hangat oleh harapan rakyat pesisir.
Mereka kompak. Mereka sepakat. Tapi mereka belum mau berangkat.
Karena mereka masih menunggu. Menunggu satu sosok yang belum tiba.
Menunggu Adik Bungsu.
Ya, tinggal satu lagi yang belum kelihatan di ujung jalan. Adik Bungsu kita, DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti.
Sejak DPRD Siak resmi meneken Rekomendasi Nomor 170/DPRD/577 pada 7 Oktober 2026 oleh Ketua DPRD Indra Gunawan, genap sudah empat akak berdiri di tepi.
Kini tinggal Adik Bungsu.
Posisinya sangat menentukan. Ibarat hendak merantau jauh ke Jakarta, semua bekal sudah siap, semua kakak sudah di halaman, tinggal adik bungsu yang masih di dalam rumah, belum mengikat tali sepatunya.
Akak-akak itu tidak marah. Mereka menunggu dengan sabar. Karena mereka tahu, tanpa adik bungsu, rombongan ini tidak lengkap. Perjalanan ini tidak akan sempurna.
_“Kalau adik bungsu sudah keluar dan bergabung, barulah kita jalan bersama. Bergandeng tangan, menghadap pusat, menjemput provinsi impian kita.”_
Menunggu Bukan Berarti Diam
Sambil menunggu, akak-akak ini pun bersolek.
DPRD Siak menitip pesan mesra dalam suratnya: _“Jika provinsi ini lahir, biarlah Siak Sri Indrapura jadi Ibu Kotanya.”_
Sebuah siasat manis dari tanah istana.
Dumai menawarkan pelabuhannya yang gagah. Bengkalis membawa sejarah panjangnya. Rohil membawa hasil bumi yang melimpah. Siak membawa marwah istananya.
Semua akak sudah berdandan cantik menanti hari bahagia.
Kini pertanyaannya hanya satu:
Wahai Adik Bungsu Meranti, sampai kapan akak-akakmu harus menunggu di tepi jalan ini? Akankah kau berlari dengan senyum, membawa surat terakhir itu, lalu kita peluk bersama dalam satu Provinsi Riau Pesisir?
Kita tunggu. Dengan doa.
Semoga Allah SWT memberikan kita semua kesehatan. Aamiin.




