Pesisir Nasional.com Dumai – Aktivis Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (ARUK) Dumai, Ahmad Maritulius menuding PT Pelindo Regional 1 Dumai sebagai penyebab utama banjir yang melanda tiga wilayah kelurahan di Kota Dumai.
Menurut Ahmad Maritulius, drainase di Pelabuhan Pelindo tidak memenuhi standar sejak penutupan lima anak sungai, sehingga menyebabkan banjir.
“Jika Walikota Dumai, Paisal SKM, pasti paham dan mampu mengatasi masalah ini, sebaiknya ia segera memberikan teguran dan surat kepada PT Pelindo regional 1 Dumai,” tegas Lius dalam pernyataan yang diterima media, hari ini.
Lius juga menunjukkan beberapa bukti kondisi banjir di Dumai, termasuk rumah sakit yang dibiayai oleh uang daerah yang terendam banjir, serta pasien yang harus menghadapi kesulitan.
Riski Kurniawan dan Bayu, aktivis LSM, juga hadir dalam konferensi pers tersebut dan menyatakan dukungan terhadap tuntutan ARUK.
“Kami mendukung tuntutan ARUK dan meminta Walikota Dumai untuk mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah banjir di Kota Dumai,” kata Riski Kurniawan.
Bayu juga menambahkan bahwa pemerintah kota Dumai harus bertanggung jawab atas masalah banjir ini dan mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya di masa depan.
“Pemerintah kota Dumai didorong lebih proaktif dan responsif dalam mengatasi masalah banjir ini,” kata Bayu.
ARUK menuntut Walikota Dumai, Paisal SKM, untuk memberikan teguran keras kepada PT Pelindo Regional 1 Dumai dan mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah banjir di Kota Dumai.(Pnn)




