Wed. Jul 24th, 2024

MERANTI (pesisirnasional.com)- Pelaksanaan pengerjaan lapangan Volly Ball di Desa Mengkopot, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti yang bersumberkan dari Dana Desa tahun 2021 mendapat protes dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) karena diduga pekerjaannya asal-asalan.

Pembangunan lapangan Volly Ball yang berukuran volume 24 x 13 x 1,12 M tersebut terletak di jalan Haji M. Yusuf, Dusun I Bukut RT 001 / RW 002 Desa Mengkopot dengan menelan anggaran sebesar Rp. 102.548.000.00,-

Diduga kuat pengerjaan lapangan Volly Ball itu tidak mengikuti spesifikasi atau Rencana Anggaran Bangunan (RAB).
Menyikapi hal itu, Ketua BPD Desa Mengkopot, Widi Syufriyadi sempat protes atas pekerjaan tersebut, namun tidak digubris pihak desa.

“Awalnya kita sudah memberi kesempatan kepada pihak desa agar temuan kami seperti besi itu diganti atau ditambah, sesuai RAB bangunan tersebut, yang mana semua ini merupakan usulan bersama sejumlah BPD Desa Mengkopot dan masyarakat. Namun pihak desa sebagai penanggung jawab bangunan terkesan mengabaikan dan sama sekali tidak mengindahkan permintaan kami,” ungkap Widi didampingi sejumlah anggota BPD Mengkopot dikediaman awak media ini, Jum’at (24/9/2021).

Diakuinya, sesuai kondisi dilapangan terlihat luar biasa jarang besinya, hampir diperkirakan berjarak 40 cm. Pihak BPD sebelumnya sudah minta RAB bangunan itu, namun pihak Desa tidak memberinya dan terkesan tidak transparan.

“Saat ini semua temuan itu sudah disemenisasi, tidak ada penambahan besi sama sekali, seakan-akan kami tidak ada apa-apanya dimata pelaksana pekerjaan, apa lagi dimata dia (perangkat desa,red),” beber Widi kesal.

Camat Tasik Putri Puyu, Abdul Hamid SThI MM saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, kemarin pihaknya sudah menerima laporan dari BPD, dan laporan tersebut langsung ditindak serta dalam proses penyelesaian solusi sesuai aturan.

“Yang jelas kalau memang betul seperti itu semua yang jadi temuan mohon dikembalikan, itu ketegasan kita bersama Pendamping dan lainnya kemarin. Dimana yang katanya besinya itu benar adanya kurang, maka pihak bersangkutan wajib mengembalikan dan memperbaiki sesuai aturan. Plt Kades sudah saya panggil dan sudah saya minta untuk jangan sampai lepas tangan terkait hal ini, jadi saran saya baiknya bapak coba konfirmasi dulu ke pihak desa yakni Plt-nya lebih lanjut,” ungkap mantan Camat Merbau itu menyarankan.

Namun sayangnya sampai berita ini diterbitkan Plt Kades Mengkopot, Iswayudi saat dihubungi melalui Handphone selulernya di nomor +6281270002165 sesuai yang didapatkan dari Camat Tasik Putri Puyu tidak berhasil dihubungi karena dalam keadaan tidak aktif, begitu juga melalui WA nya.(Ali Sanip)

By Andi