Sun. Apr 14th, 2024

PesisirNasional.com – Politikus PKS Bukhori Yusuf menduga, Presiden Joko Widodo memiliki masalah kepercayaan (trust issue) terhadap para menterinya, kecuali Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Sebabnya, Jokowi memberikan Luhut sejumlah jabatan, seperti terbaru diangkat sebagai Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Saat penanganan pandemi Covid-19, Luhut juga dipercaya sebagai Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali. Luhut juga dipercaya beberapa jabatan lainnya.

Bukhori meyakini, Jokowi memiliki sejumlah pertimbangan untuk memberikan Luhut sejumlah tugas di luar otoritas sebagai menteri.

“Saya bisa pastikan, Presiden Jokowi pasti punya pertimbangan tersendiri ihwal alasan memilih LBP, yang lagi-lagi, ditunjuk untuk berbagai tugas dan kewenangan,” ujar Bukhori, dikutip Rabu (22/9).

Namun, ia menduga Jokowi selalu menunjuk Luhut karena punya masalah kepercayaan dengan menteri lain di kabinet. Apalagi Jokowi terlihat mengandalkan Luhut untuk berbagai tugas strategis.

“Jika kita perhatikan, sepertinya Presiden Jokowi kurang percaya dengan menteri lain yang berasal dari partai pengusungnya sendiri,” ujar Bukhori.

Diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Ini merupakan jabatan kelima yang dipercayakan Jokowi kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, banyaknya jabatan Luhut mengamini julukan yang diberikan publik sebagai menteri segala urusan.

“Kelihatannya pendapat masyarakat tentang LBP menteri segala urusan mendekati kebenaran. Dengan banyaknya posisi dan jabatan di tangannya. Menjadikan LBP memiliki julukan sendiri dari masyarakat,” ujar Ujang saat dihubungi, Selasa (21/9).

Menurut Ujang tidak baik bila Luhut menjadi seorang 'superman'. Distribusi kekuasaan dan jabatan tidak baik dipegang hanya oleh satu orang. Seolah tidak ada lagi tokoh yang menjabat.

“Tak baik jika distribusi kekuasaan atau jabatan berada di tangan satu orang. Seolah-olah orang tersebut superman. Dan seolah-olah tak ada lagi orang hebat di republik ini,” kata Ujang.

Seharusnya, menurut Ujang, Presiden Joko Widodo memberi kesempatan kepada tokoh selain Luhut untuk mengelola negara. Ia yakin masih banyak orang hebat di Indonesia.

“Banyak orang hebat di republik ini. Mestinya beri mereka kesempatan untuk mengelola negara dengan cara-cara yang benar,” katanya. [rnd]

Sumber: Merdeka

By redaksi