Wed. Jul 24th, 2024
Pesisirnasional.com Dikutip dari laman warta ekonomi.co.id Beberapa momen terjadi di PDIP perihal dinamika pencapresan antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.

Mengenai perkembangan yang ada, PDI-Perjuangan (PDIP) melayangkan sanksi teguran keras dan terakhir kepada loyalis Puan Maharani Capres 2024 yang biasa disebut dengan Dewan Kolonel.

Keputusan itu dibacakan langsung oleh Ketua Dewan Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun dan didampingi oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

“Kita jatuhkan sanksi kepada teman-teman yang menamakan diri sebagai Dewan Kolonel antara lain Pak Trimedya Panjaitan, kemudian Pak Johan Budi, Pak Masinton Pasaribu, Pak Hendrawan Supratikno dan beberapa yang ada nama tapi tidak terlibat langsung di media,” kata Komarudin dalam konferensi persnya di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Senin (24/10/2022).

Keputusan PDIP untuk memberikan sanksi keras dan terakhir kepada loyalis Puan Capres itu justru berbeda dengan yang diterima Ganjar Pranowo yaitu berupa teguran lisan.

“Kenapa meraka ini langsung dijatuhkan sanksi terakhir? Ya, sanksi keras dan terakhir karena mereka lakukan kegiatan di luar AD/ART Partai dan sudah diberi peringatan pertama, kedua dan ini ketiga keras dan terakhir,” ujar Anggota Komisi II DPR itu.

Sebelumnya, PDIP memberikan teguran lisan kepada kadernya Ganjar Pranowo.

Teguran itu diberikan sebagai buntut pernyataan dirinya dalam sebuah siaran di salah satu televisi swasta karena hendak maju sebagai calon presiden (Capres).

“Kalau Bung Ganjar, tadi saya sampaikan meskipun pernyataan itu (hendak maju capres) tidak melanggar aturan, tapi menimbulkan multitafsir di media, maka kami memberi teguran lisan,” tukas dia.(Wartaekonomi/red)

By redaksi