Mon. Jun 17th, 2024

PEKANBARU- Penyidikan dugaan korupsi kredit macet di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci masih bergulir. Sejauh ini, sekurangnya 80 orang telah diperiksa sebagai saksi.

Pengusutan perkara dilakukan Tim Penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau mengatakan, penyidikan perkara masih berjalan dengan mengumpulkan alat bukti. Salah satunya dengan pemeriksaan saksi-saksi.

“Penanganan perkaranya masih berproses,” ujar Bambang, Rabu (2/11).

Seperti yang dilakukan pada pekan ini dengan melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi. Yakni, pada Selasa (1/11) kemarin, penyidik memeriksa 3 orang pegawai BSM Capem Pelalawan sebagai saksi.

Sementara hari ini, pemeriksaan dilakukan terhadap 4 orang saksi yang merupakan pegawai bank tersebut.

Lanjut Bambang, sejauh ini penyidik telah memeriksa sekurangnya 80 orang saksi. “Para saksi itu berada dari pihak debitur, pegawai BSM Capem Pelalawan dan lainnya,” terang Bambang.

Sembari itu, penyidik juga terus berkoordinasi dengan auditor pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Riau. Itu dalam rangka audit penghitungan kerugian keuangan negara (PKN) dalam perkara ini.

“Sekarang masih proses penghitungan kerugian negara oleh auditor BPK,” sebut Bambang seraya mengatakan, pengusutan perkara masih dalam tahap penyidikan umum. Artinya, penyidik belum menetapkan tersangka.

Dugaan korupsi tersebut terkait pembiayaan KUR kepada 108 nasabah atau debitur di Bank Syariah Mandiri Cabang Pembantu Pangkalan Kerinci tahun 2012 senilai Rp41,4 miliar. Atas hal itu, berpotensi merugikan keuangan Negara cq Bank Syariah Mandiri dengan nilai sementara Rp16,6 miliar.

Dalam penyidikan perkara ini, Jaksa telah memeriksa sejumlah saksi. Selain itu, alat bukti lain terus dikumpulkan untuk menguatkan sangkaan dalam perkara dugaan rasuah tersebut.

Sementara itu, saat perkara masih dalam tahap penyelidikan, Jaksa telah melakukan pemanggilan dan permintaan keterangan sebanyak 20 orang. Di antaranya debitur, pihak perbankan, dan ahli. Jaksa Penyelidik juga telah mengumpulkan sejumlah dokumen yang ada kaitannya dengan pemberian Kredit Usaha Rakyat yang diduga kredit topengan.

By redaksi