Fri. Jun 14th, 2024

Pekanbaru – Bertempat di Masjid Al-Mizan, telah di laksanakan Tausiyah Ba’da Dzuhur di Kejaksaan Tinggi Riau yang disampaikan oleh Dr. Zulkifli Lubis, S.H., M.H dengan tema : Larangan Bergerak-Gerak dalam Shalat.

Saat di konfirmasi awak media Kasi Penkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto SH., MH membenarkan bahwa Tausiyah yang disampaikan oleh Dr. Zulkifli Lubis, S.H., M.H pada hari Selasa (1/11/ 2022) sekira pukul 12.30 WIB sampai dengan selesai tersebut diikuti oleh pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Riau.

Dr. Zulkifli Lubis, S.H., M.H menyampaikan bahwa dari Sayyidina Ummu Ruman, ibunda Sayyidina ‘Aisyah, ia berkata, “Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq menghardikku dengan keras sehingga hampir saja aku membatalkan shalatku (karena takut).

Ia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, jika seseorang berdiri shalat, hendaklah menenangkan seluruh anggota badannya. Jangan bergerak-gerak seperti orang Yahudi. Sebab, tenangnya seluruh anggota badan ketika shalat termasuk kesempurnaan shalat.”

Kemudian Dr. Zulkifli Lubis, S.H., M.H mengatakan suatu ketika Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu ditanya tentang khusyu’ dan beliau menjawab khusyu’ itu di dalam hati dan pikirannya tidak tertuju kepada hal-hal lain.

Lanjut Dr. Zulkifli, menurut Sayyidina Ibnu Abbas, orang yang khusyu’ adalah orang yang takut kepada Allah SWT dan orang yang menenangkan seluruh anggota badannya.

Sayyidina Abu Bakar berkata Rasulullah SAW pernah bersabda, “Berlindunglah kepada Allah SWT dari khusyu’ yang munafik. Khusyu’ yang munafik adalah zahirnya terlihat khusyu’ tetapi hatinya tidak khusyu’. Lalu dari Saikh Qatadah berkata “Hati yang khusyu ialah hati yang takut kepada Allah SWT serta pandangan mata selalu ke bawah.”

Maka dari apa yang telah disebutkan diatas, Dr. Zulkifli Lubis, S.H., M.H menyampaikan sebagai umat nabi Muhammad SAW kita harus senantiasa tuma’ninah (sempurna) dalam shalat.

Ketika mengerjakan shalat anggaplah bahwa seolah-olah ini adalah shalat yang kita kerjakan terakhir dalam hidup kita. Dengan begitu kita akan berusaha untuk selalu khusyu’ dan tidak tergesa-gesa dalam gerakan shalat kita. terang Dr. Zulkifli Lubis, S.H., M.H

Selanjutnya, dalam mengerjakan shalat sebaiknya kita tetap tenang, tunduk menghadap ke bawah dan tidak memandang kemana-mana sebagaimana Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang terbiasa shalat dengan memandang kesana kemari.

Maka itu adalah penyerobotan setan dalam shalat dan barangsiapa yang memandang ke atas ketika shalat hendaknya ia menghentikan kebiasaan ini, jika tidak apakah ia tidak takut bahwa Allah SWT membutakan pandangannya.” (dari Kitab Durrul Mantsur). tutup Dr. Zulkifli Lubis, S.H., M.H.

Masih di Masjid Al- Mizan Kejaksaan Tinggi Riau, Kasi Penkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto SH.MH., menambahkan bahwa dengan dilaksanakan Tausiyah Ba’da Dzuhur ini diharapkan pegawai Kejaksaan Tinggi Riau dalam gerakan shalatnya dapat khusyu’ (tenang) dan tidak tergesa-gesa sehingga amalan shalat yang dikerjakan dapat diterima oleh Allah SWT.

Kegiatan Tausiyah Ba’da Dzuhur di Masjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Riau mengikuti secara ketat protokol kesehatan (prokes). tutup Bambang (Hen)

By redaksi