BERBAGI

MERANTI (pesisirnasional.com)- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui siaran pers tanggal 3 Oktober 2020, memprediksi fenomena alam La Nina yang terjadi pada bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021 mendatang. Untuk itu pihak BMKG meminta seluruh elemen baik masyarakat dan pemerintah agar mengantisipasi terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor yang berpotensi terjadi.

Melihat situasi itu, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir MSi menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada di tengah fenomena alam La Nina yang mengakibatkan tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

“Musibah bencana alam tidak bisa dihindari oleh siapa pun, tapi setidaknya setiap dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir dengan bersama-sama jaga kebersihan saluran air dan melestarikan hutan,” kata Bupati H Irwan Jumat (27/11/2020).

Bupati meminta agar instansi terkait dapat mendirikan posko penanggulangan bencana di lokasi terjadinya bencana banjir, serta memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan sembako kepada masyarakat korban banjir.

Bupati juga mengapresiasi atas tindakan dan respon cepat perusahaan dalam mengantisipasi dampak banjir termasuk mendistribusikan bantuan tersebut kepada masyarakat.

“Tentunya kita juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Perusahaan RAPP yang ikut merespon cepat terhadap kebetuhan masyarakat terdampak banjir khususnya di wilayah Pulau Padang. Semoga musibah ini cepat berlalu sebagaimana yang kita harapkan bersama”, ungkap Bupati H Irwan.

Sementara itu, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah menyalurkan bantuan berupa bahan makanan pokok kepada masyarakat korban banjir di Kecamatan Tasik Putri Puyu pada Jumat (27/11/2020).

Bantuan logistik tersebut berupa 600 dus mie instan, 600 kaleng sarden dan 600 liter minyak goreng. Dimana bantuan itu diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah Kecamatan Tasik Puyu untuk selanjutnya di distribusikan ke sejumlah Desa terdampak bencana di antaranya Desa Dedap, Tanjung Padang, Putri Puyu dan Desa Mekar Delima.

Stakeholder Relations (SHR) Manager RAPP wilayah Kepulauan Meranti, Susilo Sudarman saat dikonfirmasi media ini mengatakan bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

“Kita telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait upaya penanganan di lapangan seperti penyaluran bantuan bahan makanan dan tenaga medis untuk memeriksa kondisi kesehatan masyarakat,” ungkap Susilo.

Senada disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, H Idris bahwa pihaknya bersama Camat dan Kepala Desa segera mendistribusikan bantuan kepada masyarakat termasuk bantuan yang disalurkan oleh PT. RAPP.

“Intensitas curah hujan dan cuaca ekstrim saat ini patut kita waspadai bersama. Untuk itu, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah penanganan termasuk berkolaborasi dengan perusahaan seperti RAPP dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat,” jelasnya.

Diakuinya, selain bantuan logistik PT. RAPP juga memberikan bantuan obat-obatan termasuk tim medis jika dibutuhkan kepada Posko Bencana Banjir di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, pungkasnya.

Camat Tasik Putri Puyu, Sugiati SPI MSi kepada media ini, Jum’at (27/11/2020) menjelaskan, kanal-kanal RAPP sudah di tutup yang dilakukan secara manual sembari menunggu alat berat datang. Selain itu, kondisi air alhamdulillah sudah mulai turun, dimana tinggi genangan air pengukuran terakhir kemarin sore pukul 17.00 WIB berada di kisaran 48 sampai dengan 69cm, (tinggi rata-rata=59 cm).

Diakuinya, bantuan Pemda yakni beras sebanyak 7,8 ton sudah sampai tadi malam dan sudah siap dibagikan mulai pagi tadi. Hingga saat ini jumlah rumah warga yang terendam air lebih kurang 100 KK, rumah warga yang tergenangi air hampir batas lantai lebih kurang 350 KK. Selain itu bantuan logistik berbentuk beras, minyak goreng, indomie dan sarden siap saji dari PT. RAPP sudah sampai di Desa Dedap, dan perusahaan juga akan mengakomodir permintaan warga jika ada warga yang sakit untuk dirujuk ke rumah sakit lanjutan.

“Tim kami tetap selalu ada baik dari Pemerintah Kecamatan Tasik Putri Puyu, Polsek Merbau, PKM, BPBD Kepulauan Meranti dan pihak Perusahaan untuk standby di tempat guna penanganan musibah banjir ini”, ungkap Camat.(Andi)