Fri. Jun 14th, 2024

PEISISRNASIONAL.COM  Ketua Komisioner Investigasi Indonestion couruption wacht  (ICW ) Kota Dumai Kurnia mendapatkan intimidasi/  tekanan dari salah seorang oknumn Dewan perwakilan rakyat kota Dumai terkait pernyataan Desakan kepada KPK segera tuntaskan Kasus Tersangka Walikota Dumai Zulkifli AS Yang melibatkan oknum DPRD Kota Dumai.

“ Ketua Komisioner Investigasi Kita kurnia mendapat tekanan dari salah seorang oknum anggota dewan. Tapi ICW kota Dumai  tidak masalah, apa yang kita lakukan adalah untuk menegakkan kebenaran,” ujar Ketua Komisionir hubungan Antar lembaga Kota Dumai Faisal Piliang tadi malam.

Hanya saja Faisal enggan mengungkap bentuk tekanan yang dilakukan oleh oknum anggota dewan itu kepada ketua Komisionir Kurnia. Indonestion Courption wacht kota Dumai ( ICW )  tidak akan mempersoalkannya.

Menurut ICW Korda Dumai, kami tetap berupaya mendesak KPK-RI semaksimalnya untuk menuntaskan kasus ini, karena kasus ini sudah bukan konsumsi daerah melainkan sudah menjadi konsumsi nasional.

” ICW Kota Dumai tetap mendesak KPK-RI untuk segera menuntaskan kasus ini sampai keakar-akarnya, karena kerja ini adalah kerja berjama”ah untuk memperkaya diri dan kelompok ” Tegas faisal.

Sebelumnya ICW meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar melakukan pemanggilan serta pemeriksaan terhadap oknum anggota DPRD Kota Dumai yang terindikasi turut terlibat dalam kasus dugaan suap yang menyeret Walikota Dumai, H Zulkifli AS sebagai tersangka di KPK.

“ Kita memberi apresiasi kepada KPK yang sudah memproses kasus ini. Bahkan sejumlah pejabat Pemko Dumai sudah dipanggil ke Jakarta. Terakhir kemarin yang diperiksa yakni Pokja Lelang Pemko Dumai. Kita minta KPK juga memeriksa oknum anggota dewan,” tegas Kurnia kepada riaucrime.com, Senin (27/07/20) lalu.

Menurut Kurnia, beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah berkomunikasi langsung dengan KPK terkait dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Dumai dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi Walikota Dumai tersebut.

“ Mereka (Petugas KPK,red) menyampaikan kepada kita, saat ini semuanya masih dalam proses,” ujar Kurnia.

Kurnia mengaku memperoleh informasi bahwa proses pemeriksaan yang dilakukan KPK juga dalam rangka membongkar keterlibatan pihak lainnya.

“ Sepertinya target KPK bukan hanya walikota saja, tapi termasuk sejumlah nama lainnya yang terindikasi terlibat. Istilah mereka, bakal diangkut satu gerbong,” jelas Kurnia.

Menurut data yang diterima riaucrime.com, 2 nama anggota DPRD Kota Dumai masuk dalam daftar saksi kasus suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai dalam APBNP Thun 2017 dan APBNP Tahun 2018.

Masing-masing anggota dewan itu yakni Yusman dan Sutrisno. Selain tercatat sebagai anggota dewan, Yusman juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Dumai. Selain itu juga terdapat dua nama lainnya, yakni Suhardi Direktur PT Mayatama Solusindo dan Tugiat Gatot Kartorejo yang berprofesi sebagai guru.(RC-04/RedPN )

By redaksi