Sat. Feb 24th, 2024

PesisirNasional.com – Penyidik Polres Metro Tangerang hingga kini baru memeriksa satu orang saksi atas tewasnya remaja berinisial BCO (17) akibat bunuh diri di Banjar Wijaya, Cipondoh, Kota Tangerang. Saksi tersebut ada ibu korban.

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan, satu atau dua hari ke depan penyidik akan memanggil ayah dan kakak korban.

“Ya pekan depan kita akan panggil ayah dan kakak korban. Ayahnya kenapa kemarin tidak ikut serta diperiksa karena baru pulang dari luar kota, jadi satu atau dua hari lagi kita akan panggil,” katanya kepada merdeka.com, Sabtu (11/9).

Menurutnya, dari pemeriksaan ibu korban bahwa dirinya tak percaya apa yang dilakukan oleh anaknya. Bahkan tak ada sikap aneh yang ditunjukkan oleh korban.

“Ibunya syok ya, enggak percaya anaknya bunuh diri. Seperti biasa saja, malam tidur dan sekira pukul 04.30 dini hari terdengar suara tembakan itu,” katanya.

Dalam keseharian, korban dikenal pendiam. Korban pun tidak memiliki musuh.

“Enggak ada kata ibunya, biasa-biasa saja anaknya. Kita juga tak menemukan surat atau ancaman terhadap korban. Ditemukan di lokasi itu hanya senjata dan proyektil saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang remaja di Banjar Wijaya, Cipondoh, Kota Tangerang, diduga nekat bunuh diri dengan cara menembakkan senjata api, Jumat (10/9). Korban berinisial BCO (17), ditemukan tewas tergeletak di kamar sekitar pukul 04.30 WIB.

“Benar pada hari dan tanggal tersebut, didapati laporan bahwa adanya kejadian bunuh diri dengan menggunakan senjata api jenis Glock 43,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, Kompol Bonar Ricardo Pakpahan dikonfirmasi, Jumat (10/9).

Peristiwa tersebut diketahui saat saksi yang juga keluarga korban terbangun lantaran mendengar suara seperti benda jatuh.

“Setelah dicek oleh saksi, melihat korban sudah tergeletak di lantai bersimbah darah dan terlihat pada kepala korban terdapat luka tembakan,” terangnya. [gil]

Sumber: Merdeka

By redaksi