Tue. Jun 25th, 2024

MERANTI (pesisirnasional.com)- Program Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dikelola melalui Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Terpadu Desa Renak Dungun, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, hingga saat ini belum juga bermanfaat sepenuhnya bagi warga tempatan.

Parahnya lagi, hampir lebih kurang satu tahun penyaluran air dari Pamsimas tersebut tak kunjung dirasakan oleh masyarakat setempat. Konon katanya, hanya disebabkan mesin pompa air tersebut rusak.

Demikian disampaikan salah seorang warga tempatan yang layak dipercaya dan minta jati dirinya dirahasiakan kepada awak media ini, Jumat (9/7/2021) kemarin.

“Pamsimas tersebut dibangun pada masa jabatan Kepala Desa lama, pak Muhktar, dan hampir satu tahun belakangan penyaluran air dari Pamsimas belum dinikmati sepenuhnya kami sebagai warga Renak Dungun. Terkait siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini kami kurang tahu bang, kabarnya waktu itu dikerjakan oleh anak pak Nazar, ungkap sumber itu.

Mantan Kepala Desa (Kades) Renak Dungun, Muhktar saat dikonfirmasi melalui sambungan handphone selulernya, Sabtu (10/7/2021) membenarkan dan mengatakan, kerusakan mesin pompa itu memang benar, tetapi kemarin sudah sempat juga berjalan penyaluran airnya ke warga.

“Kalau dikatakan Pamsimas sama sekali tidak berfungsi itu tidak lah, kemarin mesin pompanya rusak, sudah hampir enam bulan rusaknya, ucap Muhktar dengan nada ketus mengakui.

Lebih lanjut, mantan Kades dua periode tersebut membeberkan, saat ini mesin pompa itu sudah diambil oleh Nazarudin sehingga proses penyaluran air di Pamsimas tidak bisa dilakukan.

“Betul mesin pompa Pamsimas diambil oleh Nazarudin, katanya untuk dia, waktu itu yang mengerjakan anak dia (Nazar, red), pungkas Mukhtar.

Sementara itu, Nazarudin saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, program KKM sepertinya tidak didukung oleh Pemerintah Desa Renak Dungun sehingga membuat pengurus KKM menanggung beban moril dan finansial dalam implementasinya dilapangan.

“Hanya saya yang mau berkorban untuk mengeluarkan pinjaman dana pribadi demi kelancaran tahapan pembangunan Pamsimas, bahkan sudah terlalu lama dana saya yang dipinjam untuk penyelesaian Pamsimas ini tidak dibayar pihak Desa, wajarlah kalau saya bertindak dengan membawa mesin balik ke rumah sebagai jaminan duit saya sebesar Rp. 9.500.000,- kemarin” terangnya.

Diakui Nazar, sebelum mengambil mesin pompa tersebut balik ke rumahnya, semua itu sudah dikoordinasikan terlebih dulu dengan Sekdes, Bendahara dan pengelola Pamsimas Renak Dungun, Zulfikar, ungkapnya.(Ali Sanip)

By Andi