Tue. Jul 23rd, 2024

PesisirNasional.com – Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan fokus untuk bekerja dan tidak memikirkan Pilpres 2024. Hal tersebut menanggapi pernyataan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu yang menilai pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno patut dipertimbangkan dalam kontestasi Pemilu 2024.

“Jadi pak Anies enggak usah terjebak bicara tentang calon Presiden tapi waktu yang tersisa satu tahun ini untuk membangun Jakarta membuat karya sehingga kemudian rakyat Indonesia memantaskan kamu untuk maju menjadi calon presiden,” katanya saat dihubungi, Sabtu(18/9).

Dia menjelaskan agar Anies ataupun Sandi merupakan yang juga pejabat publik. Sebab itu seharusnya mereka lebih baik diberikan waktu untuk bekerja dan nantinya dapat diberikan penilaian.

“Nah kebetulan keduanya adalah pejabat publik. Nah untuk menilai kelayakan mereka ya mari kita evaluasi mari kita lihat apa yg mereka laksanakan ketika menjabat hari ini,” bebernya.

Dia pun menilai saat ini Nasdem belum menentukan kandidat untuk Pilpres 2024. Tidak menutup kemungkinan ada figur yang mampu jadi calon presiden.

“Apakah kemudian figurnya siapa saja tidak terbatas Anies-Sandi, figur siapa saja merasa berhak maju menjadi calon presiden mempunyai kapasitas untuk memimpin negeri ini ayo kita ajak bersama sama ikuti konvensi kontestasi,” ungkapnya.

Ali juga menjelaskan partainya akan melihat figur calon Presiden dari beberapa hasil kerjanya. Sehingga tak hanya sekedar Anies ataupun Sandi, namun melainkan sosok lainnya bisa saja diusung.

“Itu salah satu nya adalah trek record apa yang kemudian dilaksanakan ketika diberi amanat tentunya,” bebernya.

Dia pun enggak membeberkan apakah Anies ataupun Sandi akan mengikuti konvensi pencapresan.Menurut Ali semua pihak berhak untuk maju di Pilpres. Namun, sosok itu harus mempunyai kapasitas untuk memimpin bangsa Indonesia.

“Figur siapa saja merasa berhak maju menjadi calon presiden mempunyai kapasitas untuk memimpin negeri ini ayo kita ajak bersama sama ikuti konvensi kontestasi,” tandasnya. [bal]

Sumber: Merdeka

By redaksi