Fri. Mar 1st, 2024

PesisirNasional.com – Pembunuhan mantri hewan, Ali Wardhana (46) di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, oleh warga sekampungnya, Hendra Saputra Lubis (37), berlatar belakang masalah wanita. Tersangka dalam penjagaan polisi lantaran masih dirawat di rumah sakit.

Kasi Humas Polres OKU Timur Iptu Edi Arianto mengungkapkan, saat kejadian korban sedang bersama istri tersangka. Hal ini memicu amarah tersangka sehingga terjadi keributan antara keduanya.

“Penyebabnya diduga karena tersangka dendam. Dia menemukan istrinya sedang bersama korban,” ungkap Edi, Selasa (28/9).

Namun belum diketahui maksud pertemuan istri tersangka dan korban. Polisi masih menunggu tersangka keluar dari rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Kalau selingkuh belum didapat, informasi baru ditemukan dengan tersangka,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tersangka terluka di bagian wajah dalam duel dengan korban. Dia pun dilarikan keluarga ke RSUD OKU Timur sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

“Tersangka juga terluka, makanya dibawa keluarga untuk diobati,” kata dia.

Tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara. Barang bukti disita sebilah pisau, pakaian, dan ponsel keduanya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Muncak Kabau, Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Kabau, OKU Timur, geger dengan kematian tak wajar yang dialami Ali Wardhana (46). Korban pertama kali ditemukan warga yang melintas di pinggir persawahan, Jumat (24/9). Korban tergeletak dengan kondisi banyak luka di tubuhnya, seperti luka di leher nyaris putus dan hidung terpotong.

Korban berprofesi sebagai mantri hewan dan tinggal di desa setempat. Dari luka fisik, kuat dugaan dia tewas akibat pembunuhan. Dari penyelidikan, petugas mendapat kabar pelaku sedang menjalani perawatan di RSUD OKU Timur sehingga dilakukan pengecekan.

Ternyata, pihak keluarga telah membawa pelaku ke RSMH Palembang untuk perawatan lebih lanjut. Agar tidak mencurigakan, seorang polisi menyamar menjadi ustaz agar bisa masuk ke ruangan IGD dan benar adanya pelaku sedang dirawat di sana. [bal]

Sumber: Merdeka

By redaksi