Ketua FPK-LKKMD Apresiasi Dukungan Kabupaten/Kota, Sebut DOB Riau Pesisir Dongkrak Ekonomi Maritim

DOB Riau Pesisir Dongkrak Ekonomi Maritim

DUMAI – PesisirNasional.com  Ketua Komite Melayu Bersatu Kota Dumai (KMBD) yang juga Ketua Umum Forum Persatuan Lembaga Kerukunan Masyarakat Dumai (FPK-LKKMD), Chandra Abdul Gani, SH. mengapresiasi dukungan kabupaten/kota dalam rangka pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Riau Pesisir.

Menurut Chandra yang akrab disapa Ichan, keinginan masyarakat Riau pesisir berpisah dari Provinsi Induk Riau bukan berarti berpisah dari sejarah Riau, melainkan murni persoalan administrasi pemerintahan.

“Persoalan kita hari ini adalah memberikan ruang seluas-luasnya untuk mempermudah jalur pemerintahan. Di era Gen Z teknologi tetap digunakan, tapi birokrasi harus lebih dekat ke rakyat,” ujar Chandra, Senin (21/7/2026).

5 Daerah Siap Bergabung

Berdasarkan Mufakat Dumai 26 Juli 2026 dan data Badan Pekerja Daerah Otonomi Baru Riau Pesisir (BPDOB-RP), 5 daerah yang sepakat bergabung adalah *Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kabupaten Kepulauan Meranti*, dengan total 59 kecamatan.

Saat ini surat dukungan resmi sudah dikeluarkan oleh Pemko dan DPRD Kota Dumai, Bupati Rokan Hilir Bustamam, DPRD Rokan Hilir, serta Bupati Kepulauan Meranti.

Potensi Laut yang Akan Dikelola Sendiri Jika DOB Terbentuk

Ketua FPK-LKKMD menegaskan, jika DOB terbentuk, potensi ini tidak lagi dikelola dari jauh, tapi langsung dari Riau Pesisir:

1. Dumai Kota pesisir dengan pelabuhan strategis ekspor CPO dan Migas, produksi perikanan lebih dari 100 ton/bulan, budidaya udang  di Medang Kampai dan Sungai Sembilan, serta hutan mangrove sebagai benteng ekologi.

2. Rokan Hilir (Bagansiapiapi/Panipahan) Sentra perikanan terbesar di Riau, penghasil minyak terbesar yang diyakini bisa membuat provinsi baru mandiri secara fiskal.

3. Bengkalis dan Meranti

Memiliki garis pantai panjang, 15 pulau besar di Meranti, sumber daya kelapa, perikanan, dan pariwisata bahari. Sektor perikanan di Meranti saja menyumbang lebih dari 30% PDRB daerah dengan hasil ekspor ke Malaysia dan Singapura.

4. Kab Siak Penyangga industri dan konektivitas sungai-laut.

Secara geografis, wilayah ini diuntungkan karena berdekatan dengan Selat Malaka, Malaysia dan Singapura, jalur perdagangan dunia.

Keuntungan Ketika DOB Terbentuk

Chandra menambahkan, ketika DOB Riau Pesisir resmi terbentuk, dampaknya akan langsung terasa:

Penciptaan Lapangan Kerja Pembentukan kantor gubernur, DPRD provinsi, dan instansi vertikal akan membuka ribuan lapangan kerja baru di sektor pemerintahan dan swasta.

Perbaikan Infrastruktur & Fiskal DAU, DAK, dan DBH Migas serta perikanan akan dikelola sendiri, tidak lagi terbagi untuk 12 kabupaten/kota se-Riau. Dana pembangunan jalan, pelabuhan rakyat, dan cold storage ikan akan lebih fokus.

Pemerataan Pembangunan: Pemekaran bisa mempercepat pembangunan daerah pesisir yang selama ini sering terpinggirkan.

“Potensi sebesar ini akan menguntungkan pemerintah pusat dalam melancarkan ekonomi, apalagi Program Proyek Strategis Nasional berada di daerah pesisir,” tutup Chandra. ( Red )