
Pesisir nasional.com|Dumai– Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Dumai, Leni Ramaini, mengingatkan para finalis Bujang Dara Kota Dumai 2026 agar menjaga marwah serta memperkuat wawasan budaya daerah sebagai bekal menjalankan peran sebagai duta wisata dan budaya Kota Dumai.
Pesan tersebut disampaikan Leni saat menerima audiensi 10 pasang finalis Bujang Dara Kota Dumai 2026 di Kediaman Wali Kota Dumai, Rabu (22/7/2026), menjelang pelaksanaan masa karantina dan grand final pemilihan Bujang Dara.
“Kalian terpilih berdasarkan hasil seleksi yang murni. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Nanti pada saat karantina di Hotel Grand Zuri, ibu pesan untuk tetap menjaga ibadah. Mengenai hasil akhirnya, siapa pun yang terpilih nanti sudah menjadi ketentuan Allah SWT,” ujar Leni.
Ia menegaskan, para finalis merupakan generasi muda terbaik yang telah lolos melalui proses seleksi ketat. Karena itu, mereka diharapkan mampu menjadi representasi positif Kota Dumai, baik melalui sikap, wawasan, maupun kecintaan terhadap budaya lokal.
Selain memberikan motivasi, Leni juga membekali para peserta dengan sejumlah pesan menjelang malam puncak grand final. Menurutnya, rasa gugup saat tampil di depan publik harus diatasi dengan persiapan yang matang dan kepercayaan diri.
“Ibu lihat masih ada yang grogi saat perkenalan tadi. Upayakan saat Grand Final nanti kalian sudah bisa mengatasi rasa grogi tersebut. Kuncinya, saat Grand Final jangan lupa minta doa dari ibu dan kedua orang tua. Jika nanti sudah terpilih sebagai pemenang, jangan jumawa dan tetaplah menjaga marwah. Berikan yang terbaik untuk Kota Dumai,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Diskopar) Kota Dumai Agus Gunawan memaparkan rangkaian kegiatan yang akan diikuti para finalis selama masa karantina.
“Mulai tanggal 23 Juli besok, para Bujang Dara akan mulai memasuki masa karantina di Hotel Grand Zuri Dumai. Kami sangat berharap Ibu Wali Kota berkenan untuk hadir dan membuka acara karantina tersebut secara resmi,” kata Agus.
Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Diskopar Kota Dumai Norzam, Kepala Bidang Pariwisata Untung Efendi, serta Ketua Pembina Bujang Dara Kota Dumai Al Fala.
Usai audiensi, seluruh finalis diajak mengunjungi Galeri Batik Dumai di Balai Khairul Anwar. Kunjungan itu bertujuan memperkuat pemahaman peserta terhadap kekayaan batik khas Dumai sebagai bagian dari identitas budaya daerah yang nantinya diharapkan dapat mereka promosikan kepada masyarakat luas.



