Wed. Jul 17th, 2024

PesisirNasional.com – Pemerintah Indonesia mewaspadai masuknya varian baru Covid-19. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut ada tiga varian baru yang perlu diantisipasi, yaitu, varian Lambda, varian Mu dan varian C.1.2.

“Sebagai antisipasi, kita mengamati ada tiga varian baru yang kita amati dari dekat. Pertama ada Lambda, kedua Mu, dan ketiga Varian C.1.2,” katanya saat rapat dengan Komisi IX DPR RI, Senin (13/9).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dia mengungkapkan, sudah memasukkan varian Lambda dan Mu dalam kategori variant of interest (VoI). Dua varian Covid-19 itu telah berasal dari Amerika Selatan.

Varian Lamba telah terdeteksi di 42 negara. Sementara, varian Mu yang lebih cepat menular tercatat di 49 negara. Budi mengatakan, dua varian tersebut lebih kebal terhadap vaksin.

“Analisa secara scientific masih dilakukan apa dampaknya. Tapi yang paling sering keluar di jurnal-jurnal bahwa kedua varian ini memiliki kemampuan untuk menghindari sistem kekebalan tubuh kita, sehingga efektivitas dari vaksin yang diberikan akan menurun terhadap dua varian ini,” jelasnya.

Pemerintah juga mengantisipasi varian C.1.2 yang ditemukan di Afrika Selatan. Selain kebal vaksin Covid-19, varian ini cepat bermutasi.

“Sedangkan Varian C.1.2 ditemukan di Afrika Selatan. Kenapa ilmuwan sangat khawatir terhadap varian ini? Karena varian ini mutasinya banyak sekali. Sama seperti yang lainnya, bisa menghindari sistem kerja imunitas kita yang sudah terbentuk berdasarkan varian-varian sebelumnya,” ujar Budi.

Untuk itu, pemerintah mengambil langkah memperketat penjagaan di pintu masuk internasional. Seperti bandara, laut, serta dara. Sistem karantina bagi pelaku perjalanan internasional juga akan diperketat.

“Penting bagi kita untuk menjaga border perbatasan kita, pintu-pintu masuk internasional, memperketat yang namanya entry dan exit test, termasuk mendisiplinkan proses karantina,” tutup Budi. [fik]

Sumber: Merdeka

By redaksi