*DUMAI* – Pengurus KONI Kota Dumai diminta bersikap netral dalam menghadapi Pemilihan Ketua Umum KONI Kota Dumai periode mendatang. Desakan ini disampaikan Bayu Agusra, mantan atlet dan mantan pengurus Cabor Kota Dumai.
“Apapun alasannya, KONI harus netral. Meskipun PLT saat ini maju sebagai Ketua, prosesnya harus fair dan tidak memihak,” tegas Bayu kepada media, Kamis (20/8/2026).
*DESAK BUKA DATA SEBELUM MUSORKOT*
Bayu menyoroti pentingnya keterbukaan data sebelum pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota atau Musorkot.
“Sebaiknya KONI membuka semua data kepada publik dan para kandidat. Jangan buka saat Musorkot. Itu sama saja bohong. Karena terkesan ini sudah diset satu arah,” ujarnya.
Hal yang sama juga sebelumnya telah disuarakan Riski Kurniawan, Mantan Wakil Ketua KONI Dumai, yang mendesak KONI membuka data 52 Cabor ke publik.
Bayu mengingatkan agar kejadian saat Musorkot beberapa tahun lalu tidak terulang kembali.
“Kita tidak mau kejadian tahun lalu berulang, dimana saat Musorkot ada mandat SK Ketua baru untuk Cabor tertentu. Itu mencederai demokrasi olahraga,” katanya.
Menurutnya, keterbukaan data Cabor, jumlah atlet, dan hak suara sejak awal adalah kunci agar pemilihan berjalan demokratis dan tidak transaksional.
Desakan ini mengacu pada UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan Pasal 24, yang menyebutkan bahwa organisasi keolahragaan harus menjunjung tinggi prinsip demokratis, transparan, dan akuntabel.
Selain itu, AD/ART KONI juga mengamanatkan pengurus untuk bersikap netral dan melayani seluruh Cabor tanpa diskriminasi menjelang Musorkot
“KONI itu rumah besar semua Cabor. Jangan sampai jadi alat kepentingan satu kelompok. Buka data sekarang, biar semua kandidat dan Cabor bisa mempersiapkan diri dengan sehat,” pungkas Bayu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KONI Kota Dumai belum memberikan tanggapan terkait desakan keterbukaan data tersebut.
*Red*


