Fri. Jun 14th, 2024

PesisirNasional.com – Masyarakat Gila Bola (Mas Gibol) Kupang bersama Indonesia Football Forever (IFF) menggelar lelang jersey asli bersertifikat dan ditanda tangani lima pemain timnas legendaris.

Lelang jersey bersertifikat ini dilakukan untuk mendukung tim sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kembali berlaga di PON Papua setelah 30 tahun vakum. Sertifikat jersey Timnas itu ditanda tangani oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Irawan.

Lima jersey yang dilelang merupakan milik pemain legendaris Hery Kiswanto, yang saat ini menjadi pelatih klub di Liga 2 daerah Jawa Barat. Rahmad Darmawan, pelatih klub Liga 1 Madura United FC. Bambang Nurdiansyah, pelatih klub Liga 2 RANS Cilegon FC. Rully Rudolf Nere, pelatih Timnas Wanita dan Yudo Hadianto, mantan kiper terbaik Asia tahun 1960 hingga 1970-an.

Ketua Indonesia Football Forever, Djemy Fary Francis menjelaskan, kelima pemain legendaris Timnas ini bersepakat untuk mendukung penuh tim sepak bola NTT yang akan berlaga di PON Papua.

“Hasil lelang ini untuk memberikan dukungan semangat bagi tim sepak bola NTT, yang saat ini siap berlaga di PON. Ini merupakan mimpi kita, NTT bisa kembali berlaga di PON,” kata Djemy usai menyerahkan uang hasil lelang kepada panitia, Sabtu (11/9).

Fary menceritakan, masih dalam ingatannya 30 tahun lalu, ikut berlaga di PON melawan NTT namun saat itu dia membela tim sepak bola Timor-Timur, yang saat ini merupakan negara Timor Leste.

“Saya masih ingat 30 tahun lalu sepak bola NTT juga lolos PON, setelah itu kita tidak lolos lagi. Saya waktu itu main juga di tim PON, tapi bukan bela NTT, saya main sebagai kiper untuk tim Timor-Timur. Waktu itu kita berhadapan dengan tim NTT juga, tapi hasil imbang,” ungkapnya.

Menurutnya, semua masyarakat harus mendukung dan mengapresiasi Asprov PSSI NTT, yang kembali membawa tim sepak bola lolos di PON. Farry juga mengapresiasi lima orang pemenang lelang jersey, yang telah mendukung tim sepak bola NTT dengan caranya masing-masing.

“Lima jersey Timnas ini akan saya serahkan kepada penyelenggara yakni bung David Fulbertus, yang kemudian akan dikirim kepada para pemenang lelang. Ini rasa kebanggaan kita untuk tim sepak bola NTT,” ujarnya.

Fary menegaskan, uang hasil lelang tersebut diberikan kepada seluruh pemain sepak bola sebagai uang saku.

“Dana yang dikucurkan ini kita lebih banyak mendukung untuk uang tambahan saku para pemain. Dana yang lain silakan diurus tapi yang ini untuk dukung uang saku mereka, mungkin untuk oleh-oleh maupun ke tempat wisata di Papua,” jelas Fary.

Sementara itu Sekretaris Asprov PSSI NTT, Lambertus Ara Tukan menyatakan, pemerintah provinsi mengalokasikan dana sebesar Rp2 miliar khusus untuk cabang olahraga sepak bola, yang dua hari lalu telah tiba di Yogyakarta untuk tryout.

“Hari ini dalam nuansa sepak bola, kita memberikan dukungan setelah 30 tahun kita bergabung lagi dalam PON. Tanggal 28 ini tim NTT dalam PON Papua akan bertanding dengan tim sepak bola dari kampung halamannya pak Fary yakni Maluku Utara,” katanya.

Lambertus Ara Tukan menyampaikan terima kasih kepada Mas Gibol Kupang dan Fary Francis, yang telah berusaha berkontribusi untuk perkembangan sepak bola NTT dalam ajang PON.

“Jumlah uang bukan menjadi ukuran, namun rasa bangga terhadap tim sepak bola NTT harus ditingkatkan,” tutupnya.

Untuk diketahui, uang hasil lelang jersey lima pemain legendaris Timnas Indonesia berjumlah Rp101.500.000. Uang ratusan juta ini diserahkan kepada Sekretaris Asprov PSSI NTT, untuk kemudian dikirmkan ke tim sepak bola NTT di Papua. [cob]

Sumber: Merdeka

By redaksi