Kilang Dumai Perkuat Kesiapsiagaan Firefighter melalui Agility Test

Pesisirnasional.com |Dumai, 5 Agustus 2026. Kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi salah satu aspek penting dalam operasional kawasan kilang. Untuk memastikan petugas pemadam kebakaran tetap berada dalam kondisi fisik dan operasional yang prima, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai menggelar Agility Test Firefighter bagi personel dari wilayah operasi Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning.

Sebanyak 57 personel firefighter mengikuti pengujian yang dilaksanakan pada 29 hingga 31 Juli 2026 di Lapangan Bapor, Komperta Bukit Datuk, Dumai. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi kebugaran sekaligus kesiapan petugas ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat dan terukur.

Uji Ketahanan Fisik dalam Situasi Menyerupai Kondisi Darurat

Agility Test tidak hanya menitikberatkan pada kecepatan. Personel harus melewati rangkaian tantangan yang dibuat menyerupai aktivitas nyata saat penanganan kebakaran maupun penyelamatan. Beberapa tahapan yang dijalani peserta antara lain menarik selang pemadam atau hose drag, naik dan turun tangga, membawa perangkat Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), melewati lintasan rintangan, melakukan simulasi evakuasi korban, hingga melakukan sprint menuju garis akhir.

Rangkaian tersebut digunakan untuk melihat kemampuan personel dari berbagai sisi, mulai dari kekuatan fisik, kelincahan, koordinasi tubuh, keseimbangan hingga ketahanan ketika bekerja dalam tekanan. Konsep pengujiannya mengacu pada pola pelatihan firefighter yang digunakan Singapore Civil Defence Force (SCDF) dan dikembangkan bersama FLAIRS/Eminence. Dengan pendekatan itu, pengujian diharapkan tidak sekadar menjadi latihan kebugaran, tetapi juga menggambarkan tuntutan yang berpotensi ditemui personel ketika berada di lapangan.

Peserta Dituntut Menyelesaikan Lintasan Maksimal Enam Menit

Dalam pelaksanaan tahun ini, standar waktu penyelesaian seluruh rangkaian ditetapkan maksimal enam menit. Catatan tercepat mencapai 3 menit 20 detik, sementara rata-rata peserta yang memenuhi standar kelulusan mampu menyelesaikan lintasan dalam waktu sekitar 4 menit 40 detik. Hasil tersebut menjadi salah satu parameter dalam melihat tingkat kesiapan fisik personel yang bertugas di lini tanggap darurat Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning.

Manajer HSSE PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Syahrial Okzani, menilai kesiapan fisik memiliki hubungan langsung dengan keselamatan operasional. Personel tanggap darurat dituntut memiliki kebugaran, ketangkasan, serta daya tahan yang memadai karena situasi di lapangan dapat berkembang dengan cepat. Menurutnya, evaluasi melalui Agility Test juga merupakan bagian dari penguatan budaya Health, Safety, Security and Environment atau HSSE di lingkungan perusahaan.

Kebugaran Jadi Modal Penting dalam Operasi Penyelamatan

Selain mengukur kemampuan menyelesaikan lintasan, hasil pengujian juga digunakan untuk melihat kondisi fisik setiap peserta secara lebih menyeluruh. Section Head Health PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, dr. Hengki Ferdianto, menjelaskan bahwa pekerjaan firefighter memerlukan kemampuan fisik yang konsisten. Ketahanan kardiovaskular, kekuatan otot, koordinasi dan keseimbangan menjadi beberapa faktor yang berpengaruh ketika personel harus melakukan penyelamatan maupun pemadaman dalam kondisi berisiko.

Karena itu, catatan dari setiap peserta tidak berhenti sebagai hasil tes semata. Data tersebut dapat digunakan tim kesehatan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan program pembinaan kebugaran yang sesuai dengan kebutuhan personel.

Evaluasi Berkala untuk Memperkuat Tim Tanggap Darurat

Pelaksanaan Agility Test juga masuk dalam indikator Firefighter Fitness Improvement Program. Melalui evaluasi berkala, perusahaan dapat mengetahui kondisi personel sekaligus menentukan aspek yang masih perlu ditingkatkan. Pendekatan tersebut menjadi penting karena penanganan insiden di kawasan industri tidak hanya membutuhkan peralatan yang memadai. Kemampuan manusia yang mengoperasikan peralatan dan mengambil tindakan dalam situasi kritis juga menentukan efektivitas respons darurat.

Selama tiga hari pelaksanaan, seluruh rangkaian pengujian berlangsung aman dan sesuai dengan agenda yang telah disusun. Hasil evaluasi selanjutnya menjadi salah satu dasar penyusunan pembinaan fisik bagi firefighter. Dengan latihan dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Kilang Dumai berupaya menjaga kesiapan tim tanggap darurat agar mampu memberikan respons secara cepat ketika dibutuhkan, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap pekerja, fasilitas operasional dan lingkungan di sekitar kawasan kilang.

Sumber : Taufik