*DUMAI* – Mantan Wakil Ketua KONI Kota Dumai, Riski Kurniawan, ST., M.IP, mendesak pengurus KONI Dumai saat ini untuk segera membuka data 52 Cabor yang terdaftar di KONI Kota Dumai.
“Publik berhak tahu. Jangan sampai KONI jadi ajang titip nama tanpa pembinaan,” tegas Riski, Minggu (16/8/2026).
Berdasarkan data yang kami terima, dari 52 Cabor yang terdaftar di KONI Dumai:
46 Cabor memiliki Ketua Definitif dan 6 Cabor masih Care Taker.
Yang menjadi pertanyaan Riski, banyak Cabor tersebut justru tidak memiliki atlet binaan maupun peralatan yang memadai.
“Aneh memang. Cabor ada SK, tapi atlet dan peralatannya tidak ada. Tapi pas milih Ketua KONI lima tahun sekali selalu ada cabornya. Giliran pertandingan dan event tidak ada,” kritik Riski.
“Bagaimana dunia olahraga Kota Dumai mau maju kalau seperti ini? Bagaimana Dumai mau juara 1 di pertandingan-pertandingan nasional atau pun provinsi,” lanjutnya.
USUL: CABOR TANPA ATLIT DAN PERALATAN DITUNDA HAK SUARANYA
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Riski mengusulkan agar Cabor yang tidak memiliki atlet dan peralatan ditunda dulu hak suaranya di Musorkot.
“Kalau tidak, KONI akan rentan jual beli suara atau transaksional dalam pemilihan Ketua KONI. Ini miris,” katanya.
Riski juga mengingatkan, jika pembenahan tidak segera dilakukan, tidak tertutup kemungkinan akan ada LSM atau masyarakat yang melaporkan lembaga olahraga terbaik ini ke Aparat Penegak Hukum.
“Cukuplah hal memalukan pada acara pemilihan KONI Provinsi beberapa bulan lalu yang sampai ribut di medsos. Di Dumai jangan terulangi lagi,” ujarnya.
*INGATKAN SOAL KANTOR DAN DANA HIBAH*
Riski juga menyinggung kondisi kantor KONI Dumai saat ini.
“Cukuplah hal memalukan. Di zaman kami dulu KONI memiliki gedung yang bagus di Jalan H.R Soebrantas – jalan utama perkantoran dan fasilitas juga memadai. KONI sekarang hanya berkantor di ruko,” sesalnya.
Terakhir, ia mengingatkan soal penggunaan dana hibah APBD Dumai untuk KONI.
“Hati-hati juga menggunakan dana hibah APBD Dumai. Dulu sudah pernah diperiksa. Satu atau dua kali bisa lepas, belum tentu yang ketiga. Saya hanya mengingatkan, karena saya sayang dengan saudara-saudara saya disana” pungkas Riski.
(Red)


