Fri. Jun 14th, 2024

PesisirNasional.com – Dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dijemput Dinas Sosial setelah keduanya ditemui oleh Wakil Gubernur (Wagub) Riau Edy Natar Nasution. OGDJ tersebut yakni Sri Wahyuni alias Butet dan Emawati. Keduanya merupakan warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Kejadian tersebut bermula saat Edy sedang berolah raga. Saat ditemui, salah satu ODGJ masih bisa diajak berbicara.

“Iya (bisa berkomunikasi). Meski apa yang disampaikan kurang jelas, tapi mereka memahami apa yang saya tanyakan. Artinya, ini tidak begitu berat dan hanya butuh perhatian,” kata Edy saat dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (26/9).

Akhirnya pensiunan jenderal bintang satu TNI AD itu menghubungi Kepala Dinas Sosial Pemprov Riau untuk membantu kedua ODGJ itu. Edy meminta anak buahnya itu datang dan menjemput mereka.

Sebelumnya, mantan Komandan Korem (Danrem) Wirabima itu sudah beberapa kali bertemu dengan dua warga OGDJ itu. Satu di antaranya, ada yang menyapa dan bisa diajak komunikasi.

Edy menyampaikan, pihaknya bertanggung jawab dalam memberikan perhatian pada warga OGDJ. Sebab anggaran dan tempat yang telah disediakan, yaitu Rumah Sakit Jiwa.

“Untuk memberikan perhatian pada mereka ini, saya langsung minta Kepala Dinas Sosial Riau dan juga Pihak RSJ untuk menjemput. Alhamdulillah saat ini sudah dirawat,” cerita Edy.

Pensiunan perwira tinggi dengan pangkat terakhir Brigjen TNI itu berharap dan mendoakan agar kedua pasien kembali normal, dan bisa berkumpul bersama keluarga mereka. Dia hanya bisa berusaha yang terbaik untuk warganya tersebut.

“Mudah-mudahan dengan mendapat perawatan dan perhatian ini, mereka cepat sembuh kembali dan berkumpul sama keluarga lagi,” ucap Edy.

Perhatian Edy itu mendapat sambutan positif dari pihak keluarga serta warga sekitar. Pasalnya, bantuan seperti ini sudah lama ditunggu keluarga yang selama ini tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

Efradi, keluarga dari OGDJ Sri Wahyuni membeberkan, Sri sudah mengalami gangguan jiwa sudah selama 22 tahun. Selama itu pula Sri belum pernah dapat bantuan dari pemerintah. Efradi mengaku bersyukur mendapat perhatian dari Edy.

“Kami sebelumnya pernah mengusulkan, namun pihak rumah sakit minta persyaratan surat keterangan, yaitu keterangan dari suaminya. Sementara, semenjak Sri mengalami gangguan jiwa suaminya tidak tahu di mana. Jadi tidak diterima dirawat di rumah sakit,” kata Efradi.

Pengalaman yang sama juga disampaikan pihak keluarga OGDJ Emawati, yaitu Susanti. Dia mengatakan, Emawati mengalami gangguan jiwa sudah berjalan sekitar 17 tahun. Semenjak orang tuanya meninggal dunia, Emawati kehilangan arah hingga akhirnya mengalami gangguan jiwa. Dia juga tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

“Kami juga sangat bersyukur sekali bisa dibantu pak Wakil Gubernur Riau. Semoga selama dirawat di rumah sakit beliau (Emawati) segera pulih dan kembali berkumpul seperti dulunya dengan keluarga,” kata Susanti. [cob]

Sumber: Merdeka

By redaksi