Fri. Mar 1st, 2024

MERANTI (pesisirnasional.com)- Terkait adanya 30 orang karyawan atau pekerja PT. APS (Asia Petrocom Services) yang terkonfirmasi positif Covid-19, Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi bersama pihak Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait SA dan PT. APS di ruang Kantor Camat Merbau pada Jumat (16/7/2021) siang.

Rapat koordinasi kali ini dipimpin langsung orang nomor satu di Pemcam Merbau yang juga dihadiri Kapolsek Merbau, IPTU Syahrudin Pangaribuan SH beserta sejumlah anggota, Sekcam Merbau, Amuniruddin SE, Kepala Desa se Kecamatan Merbau, Kepala KSOP Wilker Teluk Belitung, Ijon Tanamal, Kepala UPT Puskesmas Teluk Belitung, dr H Suhadi MM, Seklur Teluk Belitung, Hj Wan Jumiati SE, Field GPA Officer EMP Malacca Strait SA, Arip Hidayatuloh beserta staf, perwakilan PT. APS, Hasbullah dan Hendrizal beserta komponen lainnya.

Dalam rapat yang tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes) tersebut terlihat berlangsung dengan alot, banyak berpendapat dan sampai menegaskan agar pihak perusahaan khususnya PT. APS harus mengikuti SOP serta menerapkan Prokes dengan baik agar tidak terjadi lagi hal serupa.

Camat Merbau, Abdul Hamid SThI MM dalam kesempatan itu mengatakan, pelaksanaan rapat ini menindaklanjuti intruksi Kapolres dan Pemkab Kepulauan Meranti kepada pihak Kecamatan kemarin di Selatpanjang. Apalagi pertambahan pasien Covid-19 meningkat dari Kecamatan Merbau dimana banyaknya karwayan PT. APS yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kita khawatir klaster ini diduga dari pasien Covid PT. APS yang bergerak dibidang pengeboran. Untuk itu kita minta kepada pihak perusahaan agar bisa bekerjasama dalam mengantisipasi dan memutus mata rantai Covid-19, dan juga aktifitas keluar masuk sebaiknya dihentikan sementara dulu. Kita juga minta sekitar pos PT. APS maupun EMP bisa membangun pos PPKM secara khusus”, tegas Abdul Hamid.

Mantan Camat Tasik Putri Puyu itu juga mengharapkan, dengan rapat ini hendaknya pihak Perusahaan EMP dan PT. APS dapat lebih meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran virus Corona ini tidak terjadi lagi dari lingkungan Perusahaan. Tentunya melalui kerjasama yang kuat nantinya Pandemi Covid-19 di Kecamatan Merbau khususnya dapat segera usai.

“Kepada karyawan PT. APS sebaiknya harus berkerjasama dengan UPT Puskesmas Teluk Belitung dengan mempunyai surat hasil tes swab dari pihak Dinas Kesehatan. Kita kawatir nanti kapasitas Puskesmas disini tidak mencukupi, apa pihak Puskesmas bisa bertanggung jawab andaikan ada masyarakat kita yang memerlukan perawatan yang sama. Semua pihak harus sama-sama memikirkan hal ini, kepada Perusahaan dalam membuat Pos PPKM nantinya diminta untuk tidak mengganggu Pos PPKM di Perdesaan, sehingga melalui kekuatan bersama mudah-mudahan penyebaran virus di wilayah kita bisa cepat terselesaikan,” pungkas Camat Abdul Hamid.

Sementara itu, Kapolsek Merbau IPTU Sahrudin Pangaribuan SH mengatakan, pihak PT. APS hendaknya dapat mengantisipasi semua ini agar tidak terjadi lagi karyawan yang positif Covid-19. Selain itu juga pihak APS dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, dan pendataan yang akurat juga diperlukan dengan merangkul semua pihak khususnya UPT Puskesmas demi kepentingan kesehatan bersama.

“Kami minta PT. APS tolong dialtimatum betul seluruh karyawannya, jangan sibuk sembarangan kerja, siap kerja pulang ke rumah tanpa Prokes yang baik. Tolong diperhatikan betul karyawan bapak, apalagi kapasitas Puskesmas kita terbatas, sebaiknya karyawan bapak yang dari luar daerah dirumahkan saja untuk sementara di Pekanbaru. Kami juga minta jumlah data karyawan APS baik yang dari luar maupun dari dalam daerah nantinya,” tegas Kapolsek Merbau.

Field GPA Officer EMP Malacca Strait SA, Arip Hidayatuloh dalam kesempatan tersebut mengakui bahwa pihak Perusahaan sejak awal sudah ekstra hati-hati dalam situasi Pandemi Covid-19 ini, sehingga selama ini EMP tetap melaksanakan aktifitas sesuai prosedur dan melakukan protokol kesehatan dengan baik, namun akibat ulah oknum penyebaran ini malah terjadi.

“Pada dasarnya kita sudah mewanti-wanti dan mengingatkan siapa saja yang keluar masuk di area operasional kami agar lebih mengedepankan protokol kesehatan. Terus terang kami agak kecewa mendengar hal ini, ada ulah oknum yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Tentunya kami dari pihak EMP khususnya sudah melaksanakan aktifitas sesuai SOP dan tetap mematuhi prokes selama ini,” ungkapnya.

Sementara operator Manager PT. APS, Hasbullah menambahkan bahwa pihak Perusahaan terus berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan penyebaran virus Corona ini, untuk selanjutnya nanti akan didiskusikannya bersama Pimpinan APS apa yang menjadi permintaan Upika Merbau dalam rapat tersebut.

“Kita tetap berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan ini, andaikan mereka perlu dirujuk kita siap. Untuk membuat sejumlah karyawan secara terpisah baik yang dari luar maupun dari dalam daerah kami belum bisa memastikan jawabannya, nanti akan kita koordinasikan dengan pimpinan guna mencari jalan terbaik sesuai apa yang menjadi harapan semua pihak tadi,” pungkas Hasbullah.

Terlihat saat pertemuan tersebut pihak PT. APS yang mewakili pihak perusahaan saat dilontarkan beberapa pertanyaan tampak belum bisa memastikan pemintaan dari pihak Upika Merbau, dan terkesan lebih banyak diam dari pada bicara.

Kepala UPT Puskesmas Teluk Belitung, dr H Suhadi MM saat dikonfirmasi media ini usai pertemuan membeberkan, sampai hari ini Puskesmas Teluk Belitung sedang merawat sebanyak 35 orang pasien Covid-19 yang mayoritas merupakan karyawan PT. APS, selebihnya merupakan klaster dari yang terkonfirmasi awalnya.

“Saat ini ada sebanyak 35 orang pasien terkonfirmasi Covid-19 yang kita rawat di Puskesmas Teluk Belitung, terdiri dari pasien yang bergejala dan ada yang tidak bergejala. Rinciannya sebanyak 30 orang pasien Covid-19 tersebut merupakan karyawan PT. APS, sedangkan 5 pasien lagi merupakan yang kontak erat dengan keluarga karyawan,” ungkapnya.(Ali Sanip)

By Andi