Fri. Jun 14th, 2024
Ahmad Maritulius SEAhmad Maritulius SE


DUMAI (PISSIRNASIONAL.COM) – Seyogya keberadaan koperasi untuk mensejahterakan anggota. Namun, koperasi guru di Kecamatan Dumai Timur justeru terkesan mencekik annggotanya. Dimana, bunga sebesar dua persen tiap bulan yang diterapkan bagi si peminjam malahan dinilai lebih besar dari bunga bank.

“Ini sangat mencekik anggotanya. Bunga dua persen tiap bulan yang diterapkan koperasi guru Dumai Timur, jika meminjam Rp100 juta selama 20 bulan kembalinya menjadi Rp140 juta,” ujar Ahmad Maritulius SE, Ketua Dewab Koperasi Indonesia (Dekoinda) Dumai, kepada pesisirnasional.com, Senin (21/1).

Menurut alumni akutansi Unievrsitas Gajahmada itu, sukuk bunga yang diterapkan oleh koperasi guru Kecamatan Dumai Timur itu sangat mencekik angggotanya. Padahal, keberadaan koerasi semestinya mensejahterakan anggota.

“Saya dapat keluhan dari beberapa anggota koperasi guru SD Timur, dimana mereka mengembalikan pinjaman koperasi dengan bunga dua persen perbulan sama dengan bunga 20 persen per peminjaman,” beber Ahmad yang juga menjabat sebagai Ketua ICW (Indonesia Watch Corruption) ) Korwil Dumai itu.

Lanjut Ketua Komite Reformasi Masyarakat Dumai (KRMD) itu, ketentuan bunga yang diberlakukan oleh koperasi guru Kecamatan Dumai Timur, mesti ditinjau ulang. Selaku Ketua Dekopinda Dumai, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Kota Dumai agar bunga pinjaman itu ditinjau ulang kembali.

“Kita akan mempelajari neraca koperasi guru Kecamatan Dumai Timur tersebut. Jika ada unsur pidananya, dari ICW kita akan melanjutkna kasus ini ke aparat hukum,” tegasnya.

Sementara, Bendahara Koperasi Guru Kecamatan Dumai Timur, Syamsuar saat dikonfirmasi di kantor koperasi tersebut yakni di Jalan Kesehatan Dumai, membenarkan pihaknya memungut bunga pinjaman sebesar 2 peresen tipa bulan.

Bunga dua persen tersebut sebagai uang jasa yang perhitungannya 40 persen dikembalikan kepada si peminjam, 40 persen lagi untuk para angggota lainnya.

“Sedangkan 20 persen sisanya untuk operasional kantor koperasi, Kesepakatan ini telah tertuang di RAT sebelumnya,” ungkap Syamsuar.

Ketika ditanya lebih detail lagi, ia mengaku bahwa kesepakatan tersebut telah dibuat oleh pengurus sebelumnya. “Jadi, kita hanya menjalankan atruan yang telah disepakati oleh pengurus sebelumnya,” kilahnya.

Saat pesisirnasional.com menegaskan bahwa bunga pinjaman tersebut sangat tinggi dan melebihi sukuk bungan perbankan, ia hanya diam saja. Ia tetao berkilah bahwa kesepatan itu telah dibuat oleh opengurus sebelumnya.(red)

By redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *