Mon. Apr 22nd, 2024

PesisirNasional.com – Iming-iming memberikan nilai besar, guru honorer di Banyuasin, Sumatera Selatan, inisial IK (31) mencabuli tiga siswinya. Pelaku menggunakan modus memberi tugas tambahan agar dapat melampiaskan nafsunya.

Perbuatan itu sebenarnya sudah terjadi pada Juni 2019. Hanya saja, salah satu korban bercerita kepada orang tuanya belum lama ini sehingga baru melapor ke polisi.

Ketika itu, korban inisial L (13) sepulang sekolah diajak pelaku ke ruang perpustakaan di SD di Kecamatan Makarti Jaya, Banyuasin. Pelaku berdalih ingin memberikan pelajaran tambahan.

Tanpa menaruh curiga, korban datang seorang diri menemui pelaku. Bukannya pelajaran tambahan yang diberikan, korban justru mendapat perlakuan tak senonoh, dia dicabuli gurunya sendiri dengan iming-iming diberikan nilai besar.

Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Ikang Ade Putra mengungkapkan, tersangka ditangkap tanpa perlawanan saat berada di rumah mertuanya tak jauh dari kampung korban beberapa hari lalu. Dia mengakui tuduhan itu.

“Kejadiannya sudah dua tahun lalu dan dilaporkan keluarga karena korban baru mengadu,” ungkap Ikang, Minggu (19/9).

Dari keterangan tersangka, kata dia, korban ternyata tak hanya L. Tersangka juga melakukan perbuatan cabul dengan motif dan modus serupa terhadap dua siswi lain.

“Semua korban selama ini tak berani bercerita karena takut dengan ancaman tersangka,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 81 juncto Pasal 76D dan atau Pasal 82 juncto Pasal 76E Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidananya kurungan penjara selama 15 tahun. [eko]

Sumber: Merdeka

By redaksi