Fri. Mar 1st, 2024

MERANTI (pesisirnasional.com)- Sejumlah warga Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti mengaku belum menerima pembayaran kompensasi dari PT. GSI (Gelombang Seismik Indonesia) yang tanah dan tamanannya masuk atau terlintas meter seismik beberapa bulan yang lalu.

Sebagaimana yang diketahui, seismik tersebut dilakukan bertujuan untuk memperoleh data-data struktur dari lapisan batuan dibawah permukaan tanah guna mengindentifikasi potensi kandungan minyak dan Gas (Hidrokarbon).

H. Muslim, salah seorang warga Mayang Sari kepada media ini mengatakan, sudah lama sebelum pelaksanaan operasional diwilayah EMP Malacca Strait SA kebun kami yang masuk area lintas seismik PT. GSI hingga kini belum dibayarkan. Pada hal saat sosialisasi kemarin pihak Perusahaan berjanji akan membayar secepatnya kompensasi itu.

“Sebagaimana yang disampaikan pihak PT. GSI beberapa bulan lalu saat sosialisasi di kantor Desa Mayang Sari bahwa sesuai Perda dan Perbup perusahaan wajib membayarkan kepada yang berhak atau pemilik lahan. Namun sampai sudah beroperasinya pengeboran sumur EMP malah belum juga kami terima, kami minta pihak perusahaan secepatnya dapat bertanggung jawab atas hal ini,” tegasnya, Selasa (27/7/2021).

Menurut yung Lim lagi, saat sosialisasi sebelumnya pihak PT. GSI menjelaskan beberapa poin yang harus dibayar kompensasi, bagi tanah kebun masyarakat yang termasuk area lintasnya akan dibayar secara langsung, malahkan tidak bisa diwakili.

“Hitungannya per lobang, juga lari panjang dihitung per lobang, yang kita pertanyakan sampai hari ini belum dibayar, apa penyebabnya. Karena sudah lama masyarakat menanti kejelasan ini, namun sepi belum ada kabar selanjutnya”, pungkas Yung Lim kesal.

Salah seorang perwakilan masyarakat Desa Mayang Sari, Zaini sebagai Humas PT. GSI saat dikonfirmasi mengatakan, memang belum ada dilakukan pembayaran kompensasi namun pihak Perusahaan berjanji pertengahan bulan Agustus akan dilakukan pembayarannya.

“Kemarin belum ada diganti rugi, pihak PT. GSI katanya masih sibuk PPKM, Insyaallah janjinya pertengahan bulan Agustus 2021 ini. Namun dengan janji ini kami tidak berani menyampaikan kepada masyarat disini, kita khawatir nanti ada perubahan waktunya lagi”, ungkapnya.

Kepala Desa Mayang Sari, Ibrahim membenarkan bahwa sampai saat ini belum ada dilakukan pembayaran kompensasi masyarakat kita yang tanahnya terkena lintasan seismik PT. GSI.

“Benar belum dibayar, baru-baru ini ada orang itu datang ke rumah saya minta tanda tangan sama Humas perwakilan masyarakat disini, saya tanya, katanya, sekitar bulan Agustus mendatang dibayar. Mungkin lebih jelasnya pihak Perusahaan yang bisa menjawabnya,” ucap Ibrahim.

Sementara Humas PT. GSI, Budi saat dikonfirmasi mengatakan, untuk kompensasi di kurau bagi yang belum kemarin sudah kami sampaikan ke Jakarta sebagai penentu kebijakan agar pembayaran kompensasinya desa-desa di kurau untuk di prioritaskan. Diharapkannya agar bersabar menunggu giliran pembayaran.

“Terkait hal itu sudah saya sampaikan ke atasan, nanti tunggu giliran saja pak. Kita juga sudah minta diprioritaskan Desa yang terdekat, mengingat dari Bengkalis kami harus menyeberang dan sebagainya. Untuk itu diharapkan bersabar dulu, ditunggu saja gilirannya karena setidaknya keluhan warga ini juga sudah kami sampaikan dari kemarin,” ungkapnya.(Ali Sanip)

By Andi