Fri. Jun 14th, 2024

Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Supardi menyampaikan Tausiyah Ba’da Dzuhur dengan tema  Peringatan Agar Memperbaiki Diri Sendiri. Rabu (16/11/2022)

Saat di konfirmasi awak media, Kasi Penkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto SH.MH.,membenarkan bahwa Tausiyah usai melaksanakan Sholat Dzuhur berjemaah di Masjid Al- Mizan  Kejaksaan Tinggi Riau diikuti oleh pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Riau.

Dalam Tausiyahnya tersebut, Kepala Kejakasaan Tinggi Riau Dr. Supardi menyampaikan bahwa dalam diri sebagian manusia terdapat suatu penyakit yang khas, yaitu orang yang memberikan nasihat agama, ceramah, tulisan, ta’lim, atau tabligh kepada orang lain, dan yang terpikir olehnya adalah orang lain, sedangkan dirinya sendiri terlupakan.

Padahal sambung Dr. Supardi meskipun memperbaiki orang lain itu sangat penting, tetapi memperbaiki diri sendiri jauh lebih penting.

Berdasarkan kitab Misykat, Ketika malam Mi’raj, Baginda Rasulullah SAW melihat sekelompok manusia yang bibirnya di gunting-gunting dengan gunting api yang membara. Beliau bertanya, “Siapakah orang-orang itu?” kemudian Malaikat Jibril Alaihis Salam menjawab, “Mereka adalah para pemberi nasihat dari umatmu yang tidak mengamalkan apa yang mereka nasihatkan kepada orang lain.” urai Kepala Kejati Riau Dr. Supardi

Kemudian Lanjut Dr. Supardi , Baginda Nabi Muhammad SAW juga bersabda, “Ilmu itu ada dua macam. Pertama, ilmu yang hanya ada di bibir. Ilmu yang demikian justru akan menjadi alasan bagi Allah SWT untuk menyiksa pemiliknya.

Kedua, ilmu yang memberi kesan di dalam hati. Inilah ilmu yang bermanfaat.

” Kesimpulannya, selain kita mempelajari ilmu untuk zahir kita, hendaknya kita juga mempelajari ilmu untuk batin kita, agar di samping kita memperoleh ilmu, hati kita juga mendapatkan sifat-sifat yang baik.

Karena jika ilmu itu tidak berkesan di dalam hati, maka Allah SWT akan menuntut pada hari kiamat kelak dengan bertanya, “Apakah kamu sudah mengamalkan ilmu yang kamu miliki?” tutup Dr. Supardi bertanya balik kepada semua Jemaah Ba’da Dzuhur Wabil khusus untuk diri sendiri.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Penkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto menambahkan dengan dilaksanakan Tausiyah Ba’da Dzuhur ini diharapkan pegawai Kejaksaan Tinggi Riau dapat selalu memperbaiki diri sendiri, baik secara lahir maupun batin dengan mengamalkan ilmu apa yang telah disampaikan kepada orang lain. Tetapi jika hanya menyampaikan saja tanpa mengamalkannya maka akan masuk kedalam golongan orang-orang yang mendapat ancaman-ancaman dari Allah SWT.

Kegiatan Tausiyah Ba’da Dzuhur di Masjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Riau mengikuti secara ketat protokol kesehatan (prokes). Pungkas Bambang. (Hen)

By redaksi