Mon. Apr 22nd, 2024

MERANTI (pesisirnasional.com)- Guna untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang lahannya masuk dalam lintasan seismik serta pemetaan rencana awal sebelum pelaksanaan operasional sumur di wilayah EMP Malacca Strait SA, PT. Gelombang Seismik Indonesia (GSI) melaksanakan sosialisasi pengenalan tahapan survei Seismik 2D di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti oleh Energi Mega Persada Limited.

Sosialisasi kali ini dilaksanakan di kantor Desa Bagan Melibur pada Rabu (24/02/2021) siang dengan dihadiri oleh puluhan warga dari sejumlah Desa di Kecamatan Merbau yang berdekatan, diantaranya warga Desa Bagan Melibur, Desa Mayang Sari dan warga Kelurahan Teluk Belitung.

Terlihat juga hadir dalam forum tersebut, Camat Merbau Abdul Hamid SThI MM didampingi Kasi Pemerintahan Merbau, Wan Minarni SAg, sejumlah anggota Satpol PP Kecamatan Merbau, Kapolsek Merbau IPTU Sahrudin Pangaribuan SH didampingi Bhabinkamtibmas Brigadir Jonifri beserta anggota, Danramil Merbau, Kapten INF Syafrilis, Kepala Desa Bagan Melibur, Isnadi Esman SPd beserta staf. Sementara pihak PT GSI dihadiri Irawadi yang didampingi tim Humas PT GSI, Budi Setio beserta staf lainnya.

Camat Merbau, Abdul Hamid SThI MM dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada pihak GSI yang telah melaksanakan sosialisasi ini sehingga kedepan masyarakat bisa lebih mengerti secara dtail langkah-langkah apa saja yang akan dilaksanakan pihak GSI dilapangan. Kita minta kepada seluruh masyarakat dapat menyimak dengan baik semua penyampaian dalam kegiatan ini sampai selesai nantinya agar tidak ada lagi yang bicara dibelakang.

“Dengan sosialisasi ini dapat memberi pemahaman yang lebih jelas kepada kami masyarakat Kecamatan Merbau yang kebetulan tanah milik warga masuk dalam lintasan seismik kali ini. Jangan sampai nantinya ada lagi masyarakat yang gagal faham serta tolong sampaikan dengan jelas kepada pihak keluarga lainnya apa yang akan dijelaskan pihak GSI hari ini, sehingga semuanya kedepan dapat berjalan dengan baik dan selesai sesuai harapan bersama,” ungkap orang nomor satu di Pemcam Merbau tersebut berharap.

Sementara itu, Irawadi yang juga sebagai Narasumber dalam penyampaiannya menjelaskan, tujuan seismik untuk memperoleh data-data struktur dari lapisan batuan dibawah permukaan tanah guna mengidentifikasi potensi kandungan minyak dan gas (hidrokarbon). Terkait pembayaran kompensasi, kita berikan untuk beberapa poin saja sesuai aturan, pertama adalah jika ada kerusakan tanaman di kebun warga (kalau lahan kosong tidak ada kompensasi untuk poin ini), selanjutnya ke dua pembayaran yang masuk panjang lintasan meter maju dalam teknis dilapangan.

Dibeberkannya, sesuai dengan Perda yang telah disahkan oleh Pemerintah Daerah (Perbup) setempat dan dibayarkan langsung kepada yang berhak atau pemilik lahan. Jadi jangan dibanding-bandingkan nilai kompensasi setiap warga pemilik tanah, karena di sini tergantung situasi dilapangan, dan pembayaran kompensasinya dibayarkan serentak dengan pertemuan seperti sosialisasi hari ini.

Irawadi menuturkan, keberadaan kami disini bukan untuk merugikan masyarakat, semua dilakukan pasti sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan dan sesuai buku panduan seismik. Selain bertujuan untuk melakukan pekerjaan, tentunya kami hadir disini juga dapat bersilaturrahmi dengan masyarakat, pungkasnya.

Terlihat dilapangan, dalam sosialisasi tersebut juga dilakukan sesi tanya jawab antara masyarakat yang hadir dengan pihak PT GSI dan kegiatan itu berjalan dengan lancar serta tetap mengedepankan protokol kesehatan.(Andi)

By Andi