BERBAGI

MERANTI (pesisirnasional.com)- Sejak dilakukan sosialisasi sampai saat ini sudah 7 bulan lamanya, lahan atau tanaman warga di Desa Mayang Sari, dan Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau, serta Desa Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti yang terkena lintasan Seismik oleh PT. Gelombang Seismik Indonesia (GSI) dua dimensi yang berkedudukan di Bengkalis belum juga melakukan ganti rugi atau membayar kompensasinya.

Hal ini diakui Kepala Desa (Kades) Mayang Sari, Ibrahim kepada media ini, Rabu (15/9/2021). Dikatakannya, sampai detik ini belum ada dibayar tanah warga kita yang terkena lintas Seismik kemarin. Pemdes Mayang Sari juga masih mengantongi data lengkap terkait jumlah titik lahan warga yang terkena lintasan seismik tersebut.

“Kemarin sudah ada dijanjikan oleh pihak PT. Seismik, kata mereka mau dibayar ganti rugi atau kompensasi setiap lahan yang terkena lintasnya. Tetapi memang sudah hampir masuk tujuh bulan dari survey, sosialisasi, hingga saat ini belum juga dibayarkan pihak GSI,” terang Ibrahim.

Oleh sebab itu orang nomor satu di Pemdes Mayang Sari tersebut berharap sekiranya kepada pihak PT. GSI yang bersangkutan dapat segera mungkin menyelesaikan ganti rugi atau kompensasi ini, apalagi kondisi Pandemi Covid-19 tentunya semua pihak mengharapkan itu semua. Jangan sampai nanti pelaksanaan pekerjaan sumur EMP sudah selesai dikerjakan namun urusan ganti rugi Seismik ini tidak kunjung juga selesai, bakal ramai nanti, ungkap Kades mengingatkan.

Sementara Humas PT. GSI, Budi saat dikonfirmasi mengatakan, hal ini sudah terus diupayakannya untuk bisa segera terealisasi uang ganti ruginya, namun yang jadi kendala memang pihak GSI Pusat belum melakukan transfer anggaran tersebut, namun secepatnya akan diusahakan selesai dilakukan pembayaran kompensasi itu.

“Sejauh ini yang menjadi kendala memang belum adanya transfer anggaran ganti rugi tersebut oleh pihak Pusat kepada kami bang, tetapi percaya lah semua itu tetap kami lakukan pembayaran kompensasinya. Untuk itu kami berharap kepada semua pihak khususnya yang terkena lintasan seismik agar menahan diri dan bersabar sembari menunggu prosesnya. Pada prinsipnya tetap akan kami upayakan selalu dan prioritaskan hal itu,” pungkasnya.(Ali Sanip).